/
Rabu, 13 September 2023 | 11:19 WIB
Ilustrasi foto tak terkait berita. Ada beberapa jurusan yang pada umumnya memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi daripada yang lain.

SUARA PEKANBARU – Penting untuk diingat bahwa tingkat pengangguran tidak hanya dipengaruhi oleh jurusan kuliah seseorang, tetapi juga oleh berbagai faktor lainnya, termasuk kondisi ekonomi regional dan global, keterampilan individu, dan pengalaman kerja. Selain itu, data tentang tingkat pengangguran dapat berubah dari waktu ke waktu.

Meskipun begitu, ada beberapa jurusan yang pada umumnya memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi daripada yang lain. 

Jurusan-jurusan ini mungkin menghadapi persaingan yang lebih ketat atau kurangnya peluang kerja yang jelas.

Di Indonesia saat ini, jumlah pengangguran cukup tinggi. Ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketersediaan lowongan kerja di bidang tertentu, persyaratan khusus untuk lulusan jurusan tertentu, dan juga batasan usia yang seringkali tidak melebihi 25 tahun.

Mengutip hasil survei dari lembaga survey PayScale yang mencakup gaji, pekerjaan, dan karier dari tahun 2014 hingga 2016, mencatat bahwa ada beberapa jurusan kuliah yang memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi daripada yang lain.

Berikut adalah daftar 5 jurusan kuliah dengan tingkat pengangguran yang tinggi, yang diambil dari posting Instagram @masukptn:

1. Pendidikan Jasmani

Jurusan ini termasuk dalam Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Masuk dalam kategori bidang pendidikan.

2. Layanan Manusia

Baca Juga: 12 Pekerjaan Lulusan Jurnalistik yang Gajinya Biasa Dua Dijit, Persaingan ketat Jadi Bukti

Lulusan jurusan ini biasanya bekerja dalam organisasi, komunitas, dll.

3. Peradilan Pidana

Jurusan ini terletak di dalam jurusan hukum dan berkaitan dengan kriminologi.

4. Manajemen Proyek

Salah satu jurusan dalam Ilmu Administrasi Bisnis. Tingkat pengangguran yang tinggi.

5. Ilustrasi

Tingkat pengangguran di jurusan ilustrasi juga tinggi. Jurusan ini berkaitan dengan seni.

Perlu diperhatikan, jika jurusan kuliah yang disebut "menghasilkan pengangguran", tidak melulu karena disebut salah.

Akan tetapi, ada faktor lain, dimana lulusan jurusan tertentu "tidak sedang dibutuhkan" dengan berbagai alasan. 

Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan lulusan jurusan kuliah mengalami pengangguran. 

Beberapa faktor yang mungkin berperan dalam masalah ini meliputi:

1. Ketidaksesuaian Keahlian 

Kadang-kadang, lulusan tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan yang sesuai dengan permintaan pasar kerja. 

Mereka mungkin telah memilih jurusan yang tidak terlalu diminati oleh industri atau lulus dengan keterampilan yang tidak relevan.

2. Kurangnya Pengalaman Kerja

Banyak pekerjaan memerlukan pengalaman kerja sebelumnya, dan lulusan baru mungkin kesulitan mendapatkan pekerjaan pertama mereka karena kurangnya pengalaman.

3. Krisis Ekonomi

Kondisi ekonomi yang buruk dapat menyebabkan kurangnya lapangan pekerjaan. 

Selama masa resesi atau depresi ekonomi, perusahaan mungkin memotong pekerjaan atau mengurangi perekrutan.

4. Keterbatasan Geografis

Terkadang, lulusan mungkin tidak dapat menemukan pekerjaan dalam lokasi yang mereka inginkan. 

Mereka mungkin harus bersedia untuk berpindah atau bekerja di wilayah yang lebih jauh.

5. Kurangnya Keterampilan Soft Skills

Selain keterampilan teknis, keterampilan lunak seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama juga sangat penting dalam banyak pekerjaan. 

Kurangnya keterampilan ini dapat membuat lulusan kurang diminati oleh pengusaha. (*)

Load More