SUARA PEKANBARU - Bocah 12 tahun asal Kecamatan Topas, Depok dinyatakan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pelecehan seksual pria tua bangka berusia 70 tahuh. Dari keterangan yang didapat, diduga korban tak hanya sekali dilecehkan, namun beberapa kali.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Hadi Kristanto menjelaskan jika pihak polisi masih melakukan pendalaman atas kasus pelecehan seksual tersebut. Polisi berjanji akan mengusut tuntas kematian korban yang bagian sensitifnya diremas pelaku, dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Hadi menjelaskan pelaku beralias Engkong ini adalah masih kerabat korban pelecehan seksual. Engkong kata dia meremas bagian vital korban yang diduga menjadi penyebab kematian.
Meski begitu polisi belum bisa memutuskan apakah akibat remasan pelaku pada alat vital membuat korban tak bernyawa. Polisi mengaku hingga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter kepolisian.
"Kami menerima laporan yang bersangkutan beberapa kali melakukan hal tersebut (pelecehan seksual)," kata dia. "Dan salah satu korban meninggal dunia," kata dia lagi.
"Apakah ada kaitannya atau tidak dengan terduga, kita masih mendalaminya," kata dia menjelaskan. Dari keterangan saksi, terduga Engkong sengaja meremas alat vital korban, yakni buah zakar. Korban saat itu teriak kesakitan akibat diperlakukan tidak senonoh.
"Kobannya cerita pada teman-temannya jika dirinya kesakitan dan teriak saat diremas buah zakarnya," kata polisi. Sampai saat ini kata Hadi, korban Engkong baru satu. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan korban si kakek Engkong bisa bertambah.
"Korbannya anak-anak. Kami butuh waktu untuk mendalami apakah ada korban lain atau tidak," ucapnya. Dia sangat berharap jika ada yang merasa jadi korban untuk segera melapor pada pihak kepolisian. Hingga saat ini baru ada tiga saksi yang dimintai keterangan. (*)
Berita Terkait
-
Ajal Menjemput Korban Pelecehan Seksual Pria Bau Tanah di Depok, Bagian Alat Vital Bocah Tak Berdosa Diremas saat Akan Mengaji
-
Masih Cuek Anak Masuk Geng Motor? 40 Korban Dipaksa Jadi Pemuas Nafsu Pentolan Paling Ditakuti di Kelompok Komunitas
-
6 Cara Orangtua Bentengi Anak dari Seks Bebas, Hati-hati Salah Langkah, Bisa-Bisa Sudah 'Pengalaman'
-
Duh Ternyata, Korban Dugaan Pelecehan Finalis Miss Universe Indonesia Lebih dari Satu Orang
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana