SUARA PEKANBARU - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) telah membuka 1.000 beasiswa untuk dokter spesialis, berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan.
Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis ini bertujuan mempelajari empat penyakit penyebab kematian tertinggi, yaitu jantung, stroke, urologi, nefrologi, atau kanker.
Program ini ditujukan untuk dokter spesialis Warga Negara Indonesia dengan Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Ijin Praktik (SIP) sebagai dokter spesialis.
Dwi Larso, Direktur Beasiswa LPDP, menyatakan bahwa kualitas dan kebutuhan di bidang kedokteran perlu ditingkatkan.
LPDP berinisiatif memberikan pendanaan sebanyak 1.000 beasiswa melalui Beasiswa Fellowship Kementerian Kesehatan.
Pendaftaran dibuka pada awal bulan Oktober, November, dan Desember 2023, dengan program tersedia baik dalam negeri maupun luar negeri.
Komponen dana Beasiswa Fellowship dokter spesialis mencakup Dana Program Fellowship, Dana Tunjangan Buku, Dana Hidup Bulanan, Dana Kedatangan, Dana Aplikasi Visa, Dana Asuransi Kesehatan, Dana Transportasi, dan Dana Keadaan Darurat.
Persyaratan beasiswa Fellowship LPDP dokter spesialis 2023 melibatkan kriteria seperti Warga Negara Indonesia, dokter spesialis PNS atau non-PNS, surat penerimaan Program Fellowship, STR dan SIP yang masih berlaku, esai rencana kerja, dan ketidaksedangan menerima beasiswa dari sumber lain.
Pendaftar juga harus telah menyelesaikan program magister dan/atau doktor, mengunggah dokumen IPK, surat usulan (bagi PNS/TNI/Polri), surat rekomendasi dari Direktur Rumah Sakit Pengusul, serta surat keterangan praktik sebagai dokter spesialis selama minimal 2 tahun.
Cara mendaftar beasiswa Fellowship LPDP dokter spesialis 2023 dilakukan secara online melalui situs resmi LPDP.
Pendaftar diwajibkan melengkapi dan mengunggah semua dokumen yang diperlukan pada aplikasi pendaftaran, serta melakukan submit aplikasi untuk mendapatkan kode registrasi/pendaftaran.
Berita Terkait
-
Beasiswa sampai S1 Menanti FF Korban Perundungan di Cilacap
-
Beasiswa S2, S3 2024 di Jepang, IPK Minimal 2,30 Bisa Dapat uang Saku Rp15 Juta per Bulan
-
Kamu Beruntung Dapat Beasiswa Indonesia Maju BIM, Cek Link Daftar, Syarat, hingga Keuntungan untuk Kuliah
-
20 Kampus Luar Negeri Menunggumu, Beasiswa Chevening Bagikan Program Gratis, Cek Pendaftaran di Sini
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali