SUARA PEKANBARU - Pendaftaran Beasiswa MEXT UR 2024 di APU telah dibuka, dan untuk memenuhi kriteria sesuai dengan EYD dan SEO, calon penerima beasiswa perlu memperhatikan beberapa persyaratan penting.
Pertama-tama, mereka harus menunjukkan minat kuat untuk menempuh pendidikan di Jepang. Selain itu, mereka harus merupakan warga negara Indonesia atau berasal dari negara beasiswa tujuan MEXT lainnya.
Selanjutnya, calon penerima beasiswa harus lahir pada atau setelah 2 April 1989 dan memiliki IPK minimal 2.30 dari skala 3.00 di perguruan tinggi asal.
Mereka diharuskan mendaftar ke Asia Pacific University (APU) dan memastikan bahwa mereka tidak sedang bertugas militer atau sipil militer saat mendaftar.
Penerima beasiswa diharapkan untuk tiba di Jepang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan belum pernah menerima beasiswa MEXT, kecuali jika mereka memiliki pengalaman riset edukasional lebih dari 3 tahun setelah penyaluran beasiswa MEXT sebelumnya.
Selain itu, mereka tidak boleh mendaftar ke beasiswa MEXT lain dan tidak boleh menerima beasiswa lain selama kuliah di APU. Penting juga untuk memegang visa student saat tinggal di Jepang.
Skor kecakapan bahasa Inggris calon penerima beasiswa harus berasal dari tes yang dilakukan pada 22 Maret 2022 atau setelahnya.
Untuk melakukan pendaftaran, calon penerima beasiswa perlu mengunjungi link pendaftaran resmi di https://admissions.apu.ac.jp/graduate/how_to_apply/external_scholarship/u_recommendation/.
Pendaftaran harus dilakukan paling lambat pada 15 November 2023 untuk kuliah per September 2024.
Baca Juga: Perawatan Wajah Gak Harus Mahal, 6 Beauty Tips Merawat Kulit Agar Tidak Kusam
Setelah mendaftar ke APU, dokumen calon penerima beasiswa akan ditinjau, dan kandidat terpilih akan direkomendasikan ke MEXT.
Calon penerima beasiswa akan mendapatkan notifikasi hasil pendaftaran dari APU.
Pendaftar terpilih kemudian diharuskan untuk menyelesaikan dan mengirimkan dokumen pendaftaran MEXT tambahan ke APU.
Hasil seleksi beasiswa kemudian akan ditetapkan oleh MEXT. (*)
Berita Terkait
-
Beasiswa Pearson di University of Toronto Canada: Persyaratan dan Cara Daftar
-
Lagi Berburu Beasiswa Pendidikan Non Kesehatan untuk S2 dan S3, Cara Daftar, Tunjangan hingga Syarat Ada di Sini
-
Beasiswa Kuliah S1, S2, S3 Rusia, Syarat Mudah, Daftar Cuma Lakukan Ini
-
Cita-Cita Kuliah S1, S2 dan S3 di Timur Tengah? Ini 2 Beasiswa yang Cocok Buat Kamu, Semua Biaya Ditanggung
-
Cek deh 5 Kampus Negeri Jurusan Kuliah Hukum Terbaik di Indonesia, Kamu Boleh Bangga!
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Anime Cyberpunk Edgerunners 2 Ungkap Seiyuu Utama Versi Jepang dan Inggris
-
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza
-
Romelu Lukaku Bongkar Kunci Comeback Dramatis Belgia Singkirkan Senegal di Piala Dunia 2026
-
SF Hariyanto Minta Pegawai Jangan Ikuti Perintah Atasan yang Salah
-
Mata Magma: Adu Logika dan Mistis dalam Mengungkap Kriminalitas Kebun Teh
-
Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia
-
Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita
-
5 Skincare dengan Symwhite 377, Ampuh Hilangkan Flek Hitam Sesuai Review Pembeli
-
Piala Dunia 2026 dan Nestapa Korea Selatan yang Kembali Harus Menanggung Beban Prestasi Semu
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya