SUARA PEKANBARU - Gregorius Ronald Tannur (GR) mendadak kesetanan dengan berubah menjadi mesin pembunuh. Dugaan itu menguat setelah kabar beredar luat jikaGregorius Ronald Tannur diduga menghabisi kekasihnya sendiri DSA (29) secara sadis.
Sosok Gregorius Ronald Tannur secara cepat terbongkar. Dia adalah anak dari anggota Fraksi PKB DPR RI, Edward Tannur.
Tentang Gregorius Ronald Tannur yang meruapakan anak dari Edward Tannur telah dibenarkan Ketua Fraksi PKB di DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.
Lantas bagaimana Gregorius Ronald Tannur tega menghabisi DSA gadis cantik yang tak lain kekasih hati sang tersangka.
Jalan-jalan malam
Kapolrestabes Surabaya Kombes, Pasma Royce menjelaskan tentang kronologi penganiayaan Gregorius Ronald Tannur (GR) terhadap kekasihnya DSA (29) hingga meninggal dunia.
Gregorius Ronald Tannur disebutnya adalah anak dewan terhormat dari NTB. Sebelum kejadian, Gregorius Ronald Tannur mengajak korban makan malam di G-Walk Surabaya, Selasa, 3 Oktober 2023 malam.
Keduanya merajut asmara sejak lima bulan lalu, atau sekitar bulan Mei. "Korban DSA dan GR (Gregorius Ronald Tannur ), mereka berdua menjalin hubungan sejak bulan Mei kurang lebih 5 bulan, sedang makan di daerah G-Walk," kata Pasma, saat konferensi pers di markasnya, Jumat, 6 Oktober 2023.
Ke tempat hiburan malam
Baca Juga: Perawatan Wajah Cantik Cuma 30 Menit, Eyeshadow Ini Sangat Disarankan, Lip Balm Lokal Bikin Seksi
Setelah itu Gregorius Ronald Tannur kabarnya diundang temannya pergi ke tempat hiburan malam Blackhall KTV, Lenmarc Mall, Jalan Mayjend Jonosewojo.
Kemudian pada Pukul 21.32 WIB, Gregorius Ronald Tannur bersama kekasihnya tiba di lokasi.
"Pada sekira pukul 21.32 WIB, korban DSA dan GR (Gregorius Ronald Tannur ) datang ke tempat karaoke di room 7 dan bergabung dengan lima rekannya. Berkaraoke sambil meminum minuman keras," ucapnya.
Dipukul botol miras
Dari sana, kemudian terjadi cekcok antara keduanya sekitar Rabu, sekira pukul 00.10, Rabu (4/10) dini hari.
"Korban DSA dan GR (Gregorius Ronald Tannur) mengalami cekcok atau pertengkaran di dalam lift.
Berita Terkait
-
Resmi Jadi Tersangka, Anak Anggota DPR RI yang Aniaya Pacar hingga Tewas Terancam Penjara 12 Tahun
-
Firasat Dini Sera Afrianti Sebelum Meregang Nyawa di Tangan Pacar, Beri Kode SOS?
-
Siapa Anggota DPR RI dari NTT yang Anaknya Aniaya Pacar hingga Tewas? Ini Sosoknya
-
4 Kelakuan Keji Anak Anggota DPR Aniaya Dini sampai Tewas: Lindas Lalu Masukkan Korban ke Bagasi
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan
-
Sharp Target Penjualan Naik 20% Lewat Promo Spektakuler di Jakarta Fair 2026
-
Tren 'Match My Freak': Saat Kesamaan Jadi Kriteria Hubungan Bagi Gen Z
-
Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT
-
KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat
-
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
-
Kisah Vozinha Tembok Cape Verde, Si Kiper yang Buat Lionel Messi Frustrasi
-
Tembus 1.100 Pendaftar! Rosiade Padel Tournament Series-2 Siapkan Bibit Atlet untuk Asia Games
-
Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah
-
Ketika PTN Berubah: Dari Subsidi Negara ke Kemandirian Kampus