Ponorogo.suara.com – Razia untuk menekan terjadinya perang sarung yang dilakukan warga khususnya anak muda terus di gelar aparat Kepolisian Polres Ponorogo
Dalam Razia kali ini, petugas membubarkan kumpulan anak-anak muda yang diduga akan mengelar perang sarung di sejumlah titik. mereka bahkan datang secara bersama-sama dalam mobil Pick Up.
Komandan Regu Sat Samampta Polres Ponorogo, Aiptu Budiono menuturkan, Belasan remaja yang diduga bakal perang sarung di Alun-alun Ponorogo terpaksa membatalkan niatnya dan membubarkan diri setelah melihat petugas berjaga dari pukul 01.00 dinihari
“Sudah sangat meresahkan warga. Kami mencoba nyanggong (menunggu) di alun-alun Ponorogo dan Jalan Baru (Suromenggolo). Dugaannya di dua lokasi itu,” ujar Komandan Regu Sat Samampta Polres Ponorogo, Aiptu Budiono, Minggu (26/3/23) pagi
Budiono menjelaskan, anak-anak muda berusia sekolah yang bergerombol di Kawasan alun-alun mengaku hanya akan melakukan tektur (membangunkan orang sahur) namun kenyataannya, mereka kedapatan membekali diri mereka dengan sarung yang sudah dimodifikasi.
“Beberapa sarungnya terikat erat. Ada beberapa juga membawa sarung, bawa helm tapi ndak bawa motor. Indikasinya perang sarung,” ungkapnya
Fenomena perang sarung yang akhir-akhir ini kerap terjadi di sejumlah daerah, banyak disebut sebagai fenomena yang salah kaprah karena jauh dari nilai-nilai sejarah dan budaya di Indonesia.
Sosiolog Universitas Padjajaran (Unpad), Nunung Nurwati menjelaskan perang sarung atau tarung sarung memang sudah mulai ditinggalkan di tempat asalnya. Namun kini budaya tersebut dikonotasikan negatif di kalangan anak muda dengan bentuk kegiatan ekstrem yang justru meresahkan masyarakat.
“Jadi sebetulnya, perang sarung atau tarung sarung itu tradisi dari Suku Bugis. Tahun 70-an tradisi itu sudah ditinggalkan, dan kekinian istilah tersebut malah digunakan anak-anak muda kita dengan kegiatan yang justru mengarahkan ke ranah tawuran. Itu jelas salah kaprah,” katanya. seperti dikutip dari detik.com
Baca Juga: Ngabuburit dengan 5 Tontonan Seru Nuansa Islami yang Cocok di Bulan Ramadhan
Nunung menambahkan, Mengenai fenomena perang sarung saat ini, fenomena itu malah timbul oleh masalah-masalah yang sepele. Bahkan beberapa di antaranya, kata dia, dipicu oleh saling ejek antar kelompok remaja hingga menimbulkan pertikaian yang berujung jatuhnya korban jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas