Suara ponorogo – Viralnya komentar oknum peneliti Badan Riset Inovasi Nasiobal (BRIN) yang mengancam akan menyakiti warga Muhammadiyah di sosial media mendapat respon dari warga Muhammadiyah di Ponorogo, Jawa Timur.
Sekertaris Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) Kabupaten Ponorogo, Rudiyanto mengimbau agar warga muhammadiyah tidak terpancing dengan komentar kontroversi A.P Hasanudin yang menghalalkan darah warga Muhammadiyah
“Kami menghimbau selaku PDM Ponorogo kepada seluruh warga Muhammadiyah jangan mudah terpancing,” ujarnya kepada ponorogo.suara.com Rabu (26/4/2023).
Rudiyanto mengaku, saat ini Pemuda Muhammadiyah Jombang telah melakukan konfirmasi kepada AP Hasanuddin. Dari konfirmasi mengakui bahwa komentar yang dimaksud adalah benar ditulis olehnya
“Dan itu akan diproses melalui jalur hukum. Artinya dari pihak Muhammadiyah sudah selesai di hadapan pemerintah atau masyarakat,” terang Rusdiyanto.
Menurut Sekertaris PDM cabang Ponorogo, isu miring atau bahkan ancaman di media social bukanlah hal baru bagi warga Muhammadiyah, Ia mengklaim bahwa para pengurus dari tingkat pusat sampai ranting mengaku sudah biasa menerima hal tersebut.
“Isu dan ancaman sangat biasa. Jadi cara nya tetap pada cara legal formal lewat jalur hukum benar Persuasif. Kami masih mengedepankan kedamaian,” pungkasnya.
Seperti diketahui, peneliti BRIN AP Hasanuddin mengunggah Komentar terkait perbedaan jadwal Idul Fitri 1444 H warga Muhammadiyah dan menganggap mereka sebagai musuh bersama dalam hal takhayul, bid'ah, dan kurafat.
Awalnya, AP Hasanuddin berkomentar di kolom pernyataan Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin. Di awal mula konflik daring itu, Thomas menyebut jika Muhammadiyah tidak taat kepada pemerintah soal penetapan Lebaran 2023.
Dalam komentarnya, A.P hasanuddin menuliskan ancaman pembunuhan terhadap warga muhammadiyah
“Perlu saya halalkan gak nih darahnya semua Muhammadiyah? Apalagi Muhammadiyah yang disusupi Hizbut Tahrir melalui agenda kalender Islam global dari Gema Pembebasan? Banyak bacot emang!!! Sini saya bunuh kalian satu-satu. Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian," tulis AP menggunakan nama akun Facebook AP Hasanuddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Jalanan Kota Meksiko Jadi Arena Peperangan, FIFA Bakal Cabut Status Tuan Rumah Piala Dunia 2026?
-
Syuting Film Terbaru Joko Anwar di Penjara, Tora Sudiro: Karena Gue Berpengalaman?
-
Viral Nasabah Bank 9 Jambi Ngaku Rp24,6 Juta Hilang Usai Mobile Banking Tak Bisa Diakses
-
Daftar Harga Sawit Mitra Plasma Riau Periode 25 Februari-3 Maret 2026
-
5 Warna Lipstik Menyegarkan, Harga Murah hingga Bikin Wajah Tampak Lebih Muda
-
PT SPC Akui Produksi 39 Ribu Chromebook Berkat Bocoran Spek Sebelum Tender Kemendikbud
-
Membangun Kemandirian Emosional Lewat Buku Ternyata Bukan Kamu Rumahnya
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Pria Ngaku Aparat Aniaya Tiga Pegawai SPBU Cipinang Ditangkap