Suara ponorogo – Masih ditemukannya kasus pernikahan dini oleh Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (BPPKB) Ponorogo di Bumi Reog di tahun 2023 membuat kerpihatinan tersendiri bagi pengamat sosial Ponorogo, Murdianto.
Dari data BPPKB sebanyak 445 wanita yang berusia 20 dan dibawahnya tercatat telah melangsukan pernikahan pada tahun 2022. Sementara pada bulan januari 2023 tercatat ada 24 pernikahan dan bulan Februari meningkat menjadi 32 pernikahan.
Dosen institute Agama Islam Sunan Giri (Insuri) Ponorogo ini menjelaskan, problema pernikahan dini dan kehamilan pra nikah banyak terjadi pada keluarga dimana remaja bermasalah berasal dari pengalaman pengasuhan yang 'cul-culan' dan cenderung negatif, ditengah dinamika pergeseran budaya yang cukup mengejutkan.
“Pengasuhan 'cul-culan' alias laizes faire beresiko bagi remaja yang hidup dalam perubahan norma yang makin permisif” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com, Selasa (2/5/23)
Murdianto menekankan, ketiadaan keterlibatan orang tua karena migrasi sementara alias bekerja di luar negeri atau terpisah jauh membuat anak-anak cenderung lepas dari pengawasan, apalagi ruang digital berakibat pengawasan menjadi lebih rumit.
“Pengasuhan 'cul-culan' ini salah satunya memang di akibatkan oleh ketiadaan keterlibatan orang tua karena migrasi sementara alias bekerja di luar negeri” tuturnya.
Oleh sebab itu, Murdianto berharap perlu dukungan banyak pihak untuk menekan angka pernikahan dini, salah satunya pihak Kemenag bisa lebih memaksimalkan fungsi penyuluh keluarga di sektor hulu.
Sementara penguatan ekonomi sosial bisa ditangani oleh kementerian sosial dan dinas tingkat lokal, targetnya tentu ketahanan keluarga
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Jelang Duel Arsenal vs Chelsea di Liga Inggris
Berita Terkait
-
Ini Alasan Mengapa Pemkab Ponorogo Perpanjang Pasar Malam, Berkontribusi pada Peningkatan Pendapatan Daerah!
-
KPU Ponorogo Mulai Buka Pendaftaran Calon Legislatif, Namun Belum Ada Satupun yang Mendaftar di Hari Pertama
-
Tabrakan Tragis: Elf dan Bus Bertabrakan di Kabupaten Ponorogo, Tiga Orang Mengalami Luka-luka
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Pakar Kehutanan UGM: Pembangunan Ancam Tutupan Hutan Indonesia
-
Sinergi BRI, PNM, dan PT Pegadaian Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas
-
Alvi Maulana Dituntut Penjara Seumur Hidup karena Mutilasi Sang Kekasih di Mojokerto
-
Jadi Merger, Danantara Hanya Kelola 3 BUMN Karya pada Semester II-2026
-
Mendagri Tito: Inflasi Bulanan 3 Daerah Terdampak Bencana Membaik
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC
-
BRI, PNM, dan PT Pegadaian Dorong UMKM Perempuan Lebih Produktif
-
Baru 30 Menit Hujan, Palembang Langsung Tenggelam: Kenapa Banjir Tak Pernah Selesai?
-
5 Rekomendasi HP Tahan Banting Material Tangguh, Cocok untuk Orang Ceroboh
-
Ordal Kemenkeu Sebut APBN Hanya Kuat 2 Minggu, Purbaya Tertawa