- PT Bank Danamon membukukan laba bersih konsolidasi Rp4,0 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14 persen secara tahunan.
- Pertumbuhan laba didukung kredit total Rp212,7 triliun (tumbuh 9 persen) dan peningkatan DPK menjadi Rp176,9 triliun.
- Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio NPL bruto turun menjadi 1,7 persen dan modal KPMM 25,4 persen.
Suara.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BEI: BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4,0 triliun sepanjang tahun buku 2025.
Angka tersebut tumbuh 14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), setelah memperhitungkan dampak implementasi PSAK 338.
Pertumbuhan laba ditopang oleh penurunan biaya kredit secara konsisten, pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana yang sehat, serta kualitas aset yang tetap terjaga.
Direktur Utama Danamon, Daisuke Ejima, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil implementasi prioritas strategis perseroan sepanjang 2025.
“Sepanjang tahun 2025, Danamon telah mengimplementasikan prioritas strategisnya dengan baik sehingga menghasilkan pertumbuhan pada sisi intermediasi maupun profitabilitas, dengan kualitas aset yang tetap terjaga,” ujar Daisuke dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Ia menambahkan, perseroan menyambut 2026 dengan komitmen memperkuat peran sebagai penyedia solusi finansial dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dari sisi intermediasi, total kredit dan trade finance konsolidasian per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp212,7 triliun, tumbuh 9 persen yoy.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan 14 persen pada lini Enterprise Banking and Financial Institution, 10 persen pada Consumer Banking, 7 persen pada SME Banking, serta 2 persen pada Adira Finance.
Pada sisi pendanaan, total simpanan pihak ketiga (DPK) mencapai Rp176,9 triliun atau meningkat 16 persen yoy. Dana murah (current account and savings account/CASA) tumbuh 18 persen yoy menjadi Rp75,2 triliun.
Baca Juga: Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan
Dari sisi pendapatan, Danamon membukukan pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp21,6 triliun, naik 5 persen yoy.
Pendapatan non-bunga tumbuh 9 persen yoy menjadi Rp3,7 triliun, dengan kontribusi tertinggi berasal dari pendapatan tresuri yang melonjak 64 persen yoy.
Pendapatan operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) tercatat Rp9,6 triliun atau naik 4 persen yoy.
Seiring penurunan biaya kredit sebesar 10 persen yoy, laba bersih perseroan meningkat menjadi Rp4,0 triliun. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat sebesar 7,7 persen sepanjang 2025.
Kualitas aset tetap terjaga. Rasio loan-at-risk (LAR) coverage meningkat 560 basis poin menjadi 54,9 persen, sementara rasio LAR membaik menjadi 8,3 persen.
Rasio non-performing loan (NPL) bruto turun 20 basis poin menjadi 1,7 persen, dengan rasio cakupan NPL mencapai 280,7 persen.
Berita Terkait
-
Nilai Tukar Won Merosot, Laba Korean Air Ikut Anjlok 20%
-
Performa Solid, Bank Mandiri Bagikan Dividen Interim Rp9,3 Triliun
-
Saham RMKE Meroket 1.000%, Siap Cetak Laba Rp800 Miliar di Tengah Larangan Truk Batu Bara
-
Bakal Ada Evaluasi Besar-besaran? Ini Bocoran Retret Kabinet di Hambalang
-
PNS Wajib Aktivasi ASN Digital 2026, Update Cara Aktifkan MFA di asndigital.bkn.go.id
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Zulhas Akui Konflik Global Hantam Ekonomi RI: Karung Gabah Langka, Ongkos Pesawat Melejit!
-
Kepala BGN: Pengadaan 25.000 Motor Listrik untuk Kepala SPPG
-
RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton
-
IHSG Justru Melorot di Sesi I, 398 Saham Merah
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
CIMB Niaga Bidik Nasabah Pelaku Usaha dari UMKM hingga Korporasi
-
Nego Buntu, Trump Ancam Serang Wilayah Sipil Iran Jika Selat Hormuz Tetap Tutup
-
Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran
-
BUMN Genjot Sport Tourism, Mandalika Jadi Magnet Wisata dan Investasi
-
DJP Catat 10,85 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan hingga 6 April 2026