- Thomas Djiwandono perdana menghadiri RDG Februari 2026 sebagai Deputi Gubernur BI setelah dilantik 9 Februari.
- Hasil RDG menunjukkan ketahanan likuiditas dan permodalan perbankan kuat berdasarkan uji tekanan.
- Thomas akan mengoordinasikan sinergi dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan OJK untuk narasi pertumbuhan.
Suara.com - Thomas Djiwandono perdana mengikuti konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 dengan menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Dia dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada 9 Februari 2026 lalu. Adapun RDG tersebut dipimpin oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan dihadiri Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti, serta Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta, Ricky P Gozali, dan Aida S Budiman.
Dalam RDG ini, dia menyampaikan mengenai ketahanan likuiditas dan permodalan perbankan yang dinilai masih kuat.
Hal ini tercermin dari hasil liquidity stress test yang dilakukan oleh Departemen Surveillance Makroprudensial, Moneter, dan Pasar (DSMM), yang menunjukkan bahwa sektor perbankan tetap resilien dalam menghadapi berbagai skenario tekanan eksternal.
“Di mana hasil stress test itu juga menunjukkan ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal,” tutur Thomas saat Rapat Dewan Gubernur yang Digelar Secara Virtual, Jumat (20/2/2026).
Thomas menekankan pentingnya penguatan sinergi dengan pemerintah. Dia pun tengah menyiapkan koordinasi lanjutan dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Danantara, serta Otoritas Jasa Keuangan.
"Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut, dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan bahkan OJK," katanya.
Menurut Thomas, koordinasi tersebut bertujuan untuk membangun narasi terpadu mengenai prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Nantinya, diharapkan dapat memberikan keyakinan yang lebih kuat kepada investor maupun lembaga pemeringkat kredit (credit rating agency) ke depan.
Baca Juga: BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin
“Ini untuk membangun sebuah narasi yang terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi tadi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang akan datang di kemudian hari,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Bank Indonesia Tidak Umumkan Lagi Aliran Modal Asing, Ini Alasannya
-
Belanja di Korsel Masih Bisa Bayar Pakai QRIS Hingga April 2026
-
Purbaya Bocorkan Tugas Juda Agung, Wamenkeu Baru Pengganti Ponakan Prabowo
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok Rp32 Triliun
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
Terkini
-
Omnichannel Jadi Solusi Menjawab Perubahan Perilaku Konsumen
-
Emak-emak Kecantol 'Cinta Online', Berujung Duit Rp120 Miliar Lenyap
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Marketeers Tech for Business: Brand Hari ini Harus AI Friendly
-
Pengguna SeaBank Tembus 30 Juta, Perputaran Uang Capai Rp 6 T per Hari
-
Investor Asing Serok BBCA, Tapi Jual Besar-Besaran BUMI di Sesi I
-
Mantri BRI Tembus Pulau Terpencil, Eka Layani Nasabah Hingga Kabupaten Banggai Kepulauan
-
Viral Warga Aceh Iuran Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Ke Mana Anggaran Ratusan Miliar?
-
IHSG Masih Kuat Bertahan di Level 5.864 pada Sesi I, BBCA Melesat
-
Menkeu Purbaya Resmi Tetapkan Daftar Batubara yang Dibatasi Ekspornya