Suara ponorogo- Puluhan warga didamping mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kembali menggelar aksi di lokasi pembuangan sambah akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Mrican, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Dalam orasinya di dalam Kawasan TPA, massa yang diwakili PMII menyatakan sikap menagih janji Bupati Ponorogo, Sugiri sancoko yang tidak juga segera membangun TPA yang volumenya sudah mengganggu masyarakat khususnya warga Mrican.
Dari pengamatan ponorogo.suara.com, tidak hanya mahasiswa dan para tokoh masyarakat yang berada di lokasi aksi, Lurah Mrican, Adi Purnomo Sidiq juga hadir mendampingi mahasiswa di lokasi TPA.
Tidak hanya berorasi, massa juga membentangkan tulisan protes kepada Bupati yang dinilai tidak menepati janji.
Agus Mujiranto, perwakilan mahasiswa menjelaskan, bupati Ponorogo, sugoro sancoko sudah berjanji bahwa penanganan sampah akan segera dilaksanakan, bahkan pengerjaannya akan mulai dilakukan pada bulan April – Mei 2023,
namun kenyataannya, hingga tangal 8 mei 2023, tidak satupun pengerjaan terkait penanganan sampah dilaksanakan. Agus menegaskan hal ini harus menjadi catatan Pemkab apa yg disampaikan harus dipertanggungjawabkan
“Pengukuran dimana, Konfirmasi ke siapa terkait pengerjaan TPA sesuai tuntutan warga, tidak ada Tidak ada progres sama sekali” ungkapnya, Senin (8/5/23)
Agus berjanji, pihaknya akan membuat aksi yang lebih tegas lagi di masa mendatang setelah pihaknya berkoordinasi dengan warga Mrican
“kedepan kami akan memblokade TPA lagi, mungkin tidak hanya TPA, kantor DLH juga akan kami tutup, namun semua itu nunggu pembahasan dengan berbagai pihak” ungkapnya.
Baca Juga: Simpang Siur Biang Kerok Insiden Bus Guci Tegal: Benarkah Gegara Bocah Tarik Handrem?
Warga berharap, permasalahan TPA Mrican dapat segera diselesaikan agar warga yang bermukim di kawasan gunungan sampah, bisa hidup nyaman tanpa diganggu aroma busuk sampah.
Berita Terkait
-
Video Viral: Wanita Melintasi Jalur Ponorogo-Pacitan dengan Zig-Zag Hingga Nyaris Bertabrakan dengan Pengendara dari Arah Berlawanan
-
PKS Perkenalkan Bacaleg dengan Kesenian Reog saat Mendaftar ke KPU Ponorogo setelah 7 Hari Pendaftaran Dibuka
-
Keren! Bank Sampah di Kota Jogja Ini Manfaatkan Sandal Jepit Bekas Jadi Boneka Anime hingga Hasilkan Cuan
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Laga Argentina vs Yordania: Saat Magis Lionel Messi Diuji Tembok Rapat 5 Bek
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang