Suara Ponorogo, - Sebagai bakal calon presiden pada tahun 2024, Anies Baswedan tak hanya melakukan konsolidasi politik dengan partai pengusung di Ponorogo, Jawa Timur. Ia juga melakukan perjalanan spiritual dengan berziarah ke makam Batoro Katong, pendiri Bumi Reog, yang terletak di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo pada Selasa (23/5/2023) malam.
Dalam pemandangan yang menarik di lokasi, Anies Baswedan tiba mengenakan baju penadon yang merupakan pakaian khas warok Ponorogo. Ia kemudian memasuki gerbang Makam Batoro Katong, di mana ia disambut oleh puluhan juru kunci makam dari seluruh Ponorogo. Para juru kunci tersebut melaksanakan ritual doa sebagai bagian dari ziarah.
Anies Baswedan dengan penuh khidmat memasuki area Makam Batoro Katong pada pukul 19.45 WIB. Terlihat jelas betapa ia memusatkan pikiran dalam berdoa. Sekitar 15 menit kemudian, Anies Baswedan keluar dari area tersebut.
" Alhamdulillah kami baru saja selesai ziarah makan Batoro Katong Kita semua menyadari peran beliau di dalam membuka kawasan ini dan menjadi teladan didalam kesehariannya” ujar Anies Baswedan.
Anies Baswedan mengaku datang ke Makam Batoro Katong dengan tujuan untuk berziarah. Selanjutnya, ia juga melakukan silaturahmi dengan para juru kunci dari seluruh Kabupaten Ponorogo, menjalin ikatan yang erat dengan warisan spiritual daerah tersebut.
“Kami datang ziarah, dan kami silaturahmi kepada para juru kunci dengan diakhiri dengan doa bersama. Jujur kami senang bisa kembali ke Ponorogo” kata Anies Baswedan.
Baginya, Kabupaten Ponorogo memiliki sejarah yang istimewa dan sangat berarti dalam perjalanan hidupnya. Ia juga mencatat bahwa tempat tinggalnya di Jakarta merupakan warisan bangunan dari Ponorogo, tempat tinggal seorang Kiai Besar.
Anies Baswedan menjaga dan merawat warisan tersebut dengan penuh rasa syukur, dan kini ia bisa berziarah ke makam Batoro Katong, menandakan ikatan yang kuat dengan akar budaya dan spiritual Ponorogo.
Perjalanan spiritual Anies Baswedan ini memberikan inspirasi dan menunjukkan komitmennya dalam menghormati tradisi serta masyarakat yang ada di Ponorogo. Diharapkan, perjalanan ini dapat mempererat ikatan antara calon pemimpin dan masyarakat, serta memberikan dampak positif dalam perjalanan politik dan pembangunan di masa depan
Baca Juga: Timnas Indonesia Harus Berhati-hati, Timnas Palestina Sudah Tak Seperti yang Dulu!
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai