Suara Ponorogo – Dalam rangka menjelang perayaan Idul Adha 1444 H, Dipertahankan (Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan) Kabupaten Ponorogo memberikan himbauan kepada masyarakat terkait pembelian hewan kurban.
Mereka menganjurkan agar masyarakat memilih hewan kurban yang telah dilengkapi dengan eartag sebagai langkah penting untuk memastikan kesehatan dan keamanan hewan kurban yang akan dibeli.
Kepala Dipertahankan Ponorogo, Masun, dengan tegas menyarankan, "Kita sarankan masyarakat membeli ternak yang sudah pakai eartag. Vaksinasi untuk hewan itu apa saja, bisa dibaca lewat scan eartag itu."
Melalui eartag ini, masyarakat dapat dengan mudah membaca riwayat vaksinasi hewan dan memperoleh hewan kurban dengan jaminan kesehatan yang lebih terjamin.
Dalam menghadapi perayaan Idul Adha, Dipertahankan Ponorogo telah melaksanakan langkah-langkah mitigasi yang tangguh terhadap hewan-hewan yang beredar di Kabupaten Ponorogo.
Masun mengungkapkan bahwa pihaknya telah melibatkan berbagai pihak terkait dalam rangka memastikan keberhasilan mitigasi ini.
"Kita ikuti surat edaran (SE) Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terkait mitigasi persiapan Idul Adha," kata Masun dengan tekad kuat.
Dengan mengikuti pedoman yang ditetapkan, Dipertahankan Ponorogo berupaya untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap kesehatan dan keamanan hewan kurban.
Mitigasi pertama dilakukan di lokasi penjualan ternak atau pasar hewan. Dipertahankan Ponorogo telah memastikan bahwa sistem bio security berjalan dengan baik di lokasi ini. Sebelum hewan-hewan masuk ke pasar, dilakukan proses screening yang ketat.
Baca Juga: 6 Adu Gaya L INFINITE dan Choi Jin Hyuk di Numbers, Wajah Kerennya Dinanti Penggemar Korea
Salah satunya adalah melalui pemeriksaan eartag yang terpasang pada hewan-hewan tersebut.
"Dengan eartag itu, kita bisa tahu hewan itu apakah sudah divaksinasi PMK atau LSD," ungkap Masun, menjelaskan manfaat penting dari eartag ini.
Selain itu, Dipertahankan Ponorogo juga melaksanakan kegiatan disinfeksi rutin minimal 1 jam sebelum pasar dibuka. Tim dari BPBD Ponorogo bertanggung jawab dalam menyemprotkan disinfektan di seluruh area pasar.
Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap penyebaran penyakit. Tidak hanya itu, pemeriksaan antem mortem juga dilakukan untuk memastikan bahwa hewan-hewan yang dijual di pasar benar-benar sehat.
"Penyemprotan disinfektan di pasar hewan dilakukan oleh BPBD Ponorogo," jelas Masun, menekankan pentingnya kebersihan dan keamanan pasar hewan.
Tak hanya di pasar hewan, mitigasi juga dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH). Meskipun RPH milik pemerintah di Ponorogo belum beroperasional, Dipertahankan Ponorogo tetap berupaya melaksanakan langkah mitigasi di tempat pemotongan hewan non-RPH.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Begadang Demi Piala Dunia di Tengah Kesibukan, Masih Worth It?
-
House of Amartha Perusahaan Apa? Bisnis Thariq Halilintar yang Handle Pernikahan Justin Hubner
-
Terungkap! Ini Alasan Pengunduran Diri Massal Kepsek SMA/SMK di Sulsel
-
Wisatawan Austria di Balik Megahnya Pawai Pembukaan PKB 2026: 'Saya Tidak Peduli Panas!'
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
4 Mix and Match Daily OOTD ala Giselle aespa untuk Hangout dan Ngopi Cantik
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah