Suara Ponorogo - Di tengah keinginan untuk menjaga kebersihan sungai dan menciptakan sumber penghasilan baru, seorang warga di Ponorogo, Ginanjar Brillianto, berhasil mengembangkan budidaya cacing sutra yang potensial.
Dengan menggunakan sungai sebagai habitat utama, Ginanjar menerapkan metode pupuk kotoran ayam untuk memperoleh hasil yang melimpah.
Warga jalan Merbabu, Kelurahan Banyudono, Kecamatan Kota, Ponorogo, ini bercerita bahwa niat awalnya adalah untuk memperindah sungai sekaligus mendapatkan hasil dari upayanya tersebut.
"Saya ingin memelihara sungai agar tetap bersih dan produktif, itulah mengapa saya memutuskan untuk membudidayakan cacing sutra," ujarnya.
Untuk memulai budidaya cacing sutra, langkah pertama yang diambil oleh Ginanjar adalah melakukan pupuk sungai dengan kotoran ayam. Hal ini dilakukan agar kondisi sungai menjadi lebih subur sehingga cacing dapat berkembang biak dengan baik.
Setelah itu, proses penyaringan dilakukan untuk memisahkan cacing sutra dari kotoran dan sisa-sisa pupuk.
Saat ini, penjualan cacing sutra yang dihasilkan oleh Ginanjar masih terbatas pada wilayah Ponorogo saja. Hal ini dikarenakan tingginya permintaan dari para pedagang ikan hias di Ponorogo, yang mengakibatkan pasokan cacing sutra selalu kekurangan.
Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan lokal, Ginanjar masih harus mengimpor cacing sutra dari luar kota.
"Dalam satu penjualan, harga cacing sutra mencapai 50 ribu rupiah/kg," ungkap Ginanjar. Harga tersebut menunjukkan potensi bisnis yang menjanjikan bagi budidaya cacing sutra di Ponorogo.
Baca Juga: Sukses Perkuat Sektor Pariwisata, Jatim Raih Tourism Entrepreneurial Award 2023
Dengan permintaan yang terus meningkat, Ginanjar berencana untuk memperluas jangkauan pasarnya agar dapat memenuhi permintaan yang lebih besar.
Dengan inovasi dan ketekunan warga seperti Ginanjar Brillianto, diharapkan budidaya cacing sutra di Ponorogo dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain itu, keberhasilan ini juga turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kebersihan sungai di Ponorogo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
5 Pilihan Merek Kurma Tanpa Gula Tambahan: Manis Alami dan Lebih Sehat
-
Ini Video Lengkap Aurel Hermansyah Disebut Diabaikan Gen Halilintar
-
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Cari Balas Dendam Saat Lawan Benfica, Lantas Cari Apa?
-
Hilal Tidak Terlihat di Jawa Barat, Puasa 1 Ramadan 1447 H Hari Kamis?
-
Ampera Tourism Run 2026 Palembang: Jadwal Resmi, Rute 21K, Harga Tiket dan Link Daftar Lengkap
-
Berapa Anggaran Sidang Isbat di Hotel Borbudur?
-
Jelang Galatasaray vs Juventus, Luciano Spalletti Ultimatum Pemain Bianconeri
-
Mohamed Salah dan 4 Bintang Dunia Jalankan Ramadan 2026 Saat Kompetisi Ketat Berlangsung
-
Ramadan 2026 Mandi Wajib Sunah Nabi: Pahami Hukum, Niat dan Bacaan Agar Puasa Lebih Suci
-
Sinopsis Salmokji, Kim Hye Yoon Terjebak Teror Mengerikan di Waduk Terpencil