Suara Ponorogo - Guru-guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengikuti Pretest Pendidikan Profesi Guru (PPG) menyampaikan keluhan mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo dan Dinas Pendidikan pada hari rabu (20/6/23).
Mereka mengharapkan pemerintah menganggarkan biaya PPG untuk mereka.
Nurhadi Hanuri, Kepala Dinas Pendidikan, menyatakan bahwa sebanyak 291 orang telah lulus pretest tersebut. Namun, untuk tahap selanjutnya, mereka juga membutuhkan biaya.
Menurut Nurhadi, terdapat skema pembiayaan yang bisa digunakan untuk melanjutkan PPG, terutama pada tahap pretest.
Salah satunya adalah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kemudian juga melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta partisipasi masyarakat.
Namun, pada tahun sebelumnya, hanya 12 orang yang mendapatkan biaya dari APBD. Untuk tahun ini, pihaknya belum dapat menjanjikan bahwa biaya tersebut bisa dianggarkan melalui APBD. Hal ini dikarenakan perlu melihat terlebih dahulu kemampuan APBD.
Nurhadi mengungkapkan bahwa setiap orang membutuhkan biaya sekitar 5 juta rupiah. Jika 291 orang tersebut akan dibiayai, maka biayanya akan mencapai jumlah yang cukup besar.
Nurhadi menekankan bahwa pihaknya bekerja sama dengan lembaga legislatif untuk mencari solusi terbaik agar guru PAI yang telah lulus pretest PPG ini dapat melanjutkan pendidikan mereka.
"Dalam menghadapi masalah ini, kami berupaya mencari solusi yang terbaik untuk para guru PAI yang telah lulus pretest PPG" kata Nurhadi.
Nurhadi juga menambahkan bahwa guru-guru PAI memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral siswa dalam bidang agama.
Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk memberikan dukungan kepada mereka agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama di daerah.
Para guru PAI berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap masalah ini dan mencari solusi yang memadai untuk menganggarkan biaya PPG.
Dengan dukungan yang memadai, mereka berharap dapat melanjutkan pendidikan mereka dan memberikan kontribusi yang lebih baik dalam pembentukan karakter dan pemahaman agama bagi generasi muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Polres Malang Sikat 3 Kg Bubuk Mercon di Poncokusumo, Seorang Pelaku Ditangkap
-
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar
-
KPK Ungkap Kasus Korupsi Bea Cukai Pengaruhi Maraknya Rokok Ilegal
-
5 Mobil Setangguh Pajero Sport Pajak Setara Brio Baru, Harga Under 90 Juta
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Langsung Tangkap Kasi Intel Cukai
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
Pesan Tegas Karim Benzema: Puasa Ramadan Jangan Jadi Alasan Pemain Mokel
-
5 Motor Irit Cocok untuk Berangkat Kerja Lintas Kabupaten
-
Demo di Mabes Polri, Mahasiswa UI Sindir Polisi Berpeci dan Berkerudung: Tak Bisa Pikat Hati Kami!