SUARA PONOROGO - Sebuah draft peraturan Presiden tentang jurnalisme berkualitas menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk content creator dan artis ternama, Deddy Corbuzier, yang tak ragu melontarkan kritik tajam terhadap draf tersebut.
Dengan jumlah pengikut sebanyak 11,3 juta, Deddy Corbuzier menyuarakan keprihatinannya terhadap peraturan yang tengah digodok, yang menurutnya berpotensi mematikan para content creator dan media pers di Indonesia.
Kritik pedas ini disampaikan melalui akun Instagram miliknya, di mana Deddy mengunggah tangkapan layar pemberitaan dari Google Indonesia yang berjudul 'Sebuah Rancangan Peraturan Berpotensi Mengancam Masa Depan Media di Indonesia'.
"Intinya semua konten kreatif mati. Ya, termasuk saya, kita, Anda. Dan seperti aturan pemerintah lain, aturan ini tiba-tiba ada. Correct me if I'm wrong," tulis Deddy pada unggahan akun Instagramnya, pada Jumat (28/7/2023).
Meskipun Deddy mengakui bahwa aturan ini mungkin tidak akan memberikan dampak besar bagi bisnis yang sedang dijalankannya saat ini selaku content creator, ia mengekspresikan keprihatinan bagi para konten kreator baru, selebritas media sosial, dan siapa pun yang menggantungkan hidup dari media sosial.
Ia menambahkan, "Tapi buat konten kreator baru, atau medsos seleb, atau siapapun yang hidup dari media sosial, say goodbye."
Kritik Deddy tersebut menuai dukungan dari para pengikutnya di Instagram. Banyak rekan-rekannya yang juga menyatakan dukungan atas protes yang disampaikan Deddy.
"Vote om Ded bikin platform untuk para konten kreator yang terancam jobless," ujar Chef Arnold Purnomo. Sementara itu, Coki Parede menyatakan, "Lawan!"
Tidak hanya Deddy, raksasa internet asal Amerika, Google, juga ikut mengkritik draft Perpres Jurnalisme Berkualitas ini melalui blog resminya.
Baca Juga: Penggemar Singgung Dendam Sama Seorang Cewek, Komentar Putri Anne Disorot: Sabar ya Anne
Google menilai peraturan tersebut membatasi keragaman sumber berita dan hanya menguntungkan pihak tertentu.
"Alih-alih membangun jurnalisme berkualitas, peraturan ini dapat membatasi keberagaman sumber berita bagi publik karena memberikan kekuasaan kepada sebuah lembaga non-pemerintah untuk menentukan konten apa yang boleh muncul online dan penerbit berita mana yang boleh meraih penghasilan dari iklan," tulis Google pada Selasa (25/7/2023).
Google juga mengungkapkan keprihatinannya bahwa jika rancangan Perpres Jurnalisme Berkualitas ini disahkan, mereka tidak akan lagi dapat menyediakan sumber informasi yang kredibel dan beragam di Indonesia.
Lebih lanjut, Google khawatir sejumlah programnya untuk mendukung industri media di Indonesia akan sia-sia jika rancangan regulasi baru ini disahkan.
"Kami akan terpaksa harus mengevaluasi keberlangsungan berbagai program yang sudah berjalan serta bagaimana kami mengoperasikan produk berita di negara ini," jelas Google.
Berita Terkait
-
Polemik Perpres Jurnalisme Berkualitas, Deddy Corbuzier Sentil Pemerintah: Mematikan Konten Kreator!
-
Komisi I DPR Ikut Angkat Bicara Soal Perpres Jurnalisme Berkualitas: Jangan Batasi Informasi dengan Aturan!
-
Sebut Perpres Jurnalisme Berkualitas Matikan Konten Kreator, Deddy Corbuzier: Balik ke Media Konvensional
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Sensasi Balap Honda Vario Evo 160 Warnai Kemeriahan AHDC Purwokerto
-
Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk Korban Gempa NTT
-
Keluar dari Fase Kelam, Calvin Dores Bangkit dan Tandai 'Kemerdekaan' Lewat Lagu 'Sampai Kapankah'
-
Sehari Usai Gempa NTT, Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik dan 3.500 Personel TNI-Polri
-
Bukan Sekadar Hiasan, Momen Warga Garut Bentangkan Bendera Merah Putih 700 Meter
-
HUT RI 2026 Diprediksi Padat, Polisi Buka 27 Kantong Parkir di Monas, GBK, hingga Ancol
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu