SUARA PONOROGO - Kondisi cuaca yang sangat kering di Kabupaten Ponorogo telah mengakibatkan serangkaian bencana yang merugikan warga daerah tersebut. Pada Rabu (2/8/2023) malam, terjadi kebakaran di berbagai wilayah, merenggut hutan rakyat dan lahan yang ada di sana.
Salah satu peristiwa terjadi di petak 157C RPH Sawoo, Kabupaten Ponorogo, di mana sebuah lahan hutan seluas 2 hektar terbakar. Diduga bahwa api berasal dari pembakaran sampah oleh warga untuk membuka lahan. Namun, karena api sisa pembakaran belum sepenuhnya padam, api dengan cepat merembet ke hutan sekitarnya.
Aiptu Ahmad Saifudin, Kanit Sabhara Polsek Sampung, menjelaskan bahwa api merambat dengan kecepatan tinggi karena adanya banyak daun kering dan kayu yang mudah terbakar.
"Warga biasanya membakar sampah untuk membuka lahan, namun kemungkinan api yang masih menyala akhirnya menjalar dengan cepat," ungkap Ahmad Saifuddin dengan nada prihatin.
Dalam usaha pemadaman, anggota dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Polsek, dan Koramil Sampung telah bergabung dalam upaya bersama.
Namun, upaya tersebut terbentur oleh medan yang terjal dan kurangnya peralatan pemadam yang memadai. Saparudin, seorang petugas yang terlibat dalam pemadaman, mengakui kesulitan mereka dalam mengatasi situasi ini.
"Kendala yang kami hadapi adalah minimnya peralatan pemadam dan medan yang sulit, terutama karena lokasinya berada di atas perbukitan," ungkapnya dengan suara lemah.
Gemilang Aditya Mardhana, Anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD Ponorogo, menjelaskan bahwa pemetaan lokasi telah mengidentifikasi adanya 9 titik api yang tersebar di area yang terdampak. Bahkan, dua di antaranya berlokasi di puncak gunung.
"Dari 6 titik api, kami telah berhasil memadamkan 6 di antaranya, sedangkan dua titik yang berada di atas bukit juga sudah berhasil dipadamkan," terangnya.
Baca Juga: Mengenal S-200, Rudal Tua yang Dibangkitkan Kembali oleh Militer Ukraina
Namun, bukan hanya satu lokasi saja yang terkena dampak karhutla ini. Dukuh Bayem di Desa Kunti, Kecamatan Sampung, Desa Prayungan di Kecamatan Sawoo, dan Desa Ngilo-ilo di Kecamatan Slahung juga menjadi saksi dari kejadian serupa yang hampir bersamaan terjadi.
Wilayah-wilayah ini dilanda oleh kobaran api yang menghanguskan tanah dan menghancurkan segala yang ada di jalannya.
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam sumber daya alam dan keberlanjutan ekosistem, tetapi juga membahayakan keselamatan penduduk dan kualitas udara. Dalam situasi seperti ini, penting bagi semua pihak untuk bersatu dalam menjaga dan melindungi lingkungan dari ancaman yang nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan