SUARA PONOROGO - Bencana ekologis kembali menghantam wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan kebakaran hebat yang melanda hutan lindung milik Perhutani.
Hutan yang menjadi penyangga keberlangsungan sumber air dan habitat alami bagi beragam satwa ini diduga terbakar akibat ulah oknum tak bertanggung jawab. Dampaknya tak hanya dirasakan oleh ekosistem, tetapi juga oleh warga yang mengandalkan sumber air di hutan tersebut.
Kebakaran yang melanda Gunung Tapak Doro, yang terletak di Desa Maguhan, Kecamatan Sambit, atau lebih tepatnya petak 135b Perum Perhutani RPH Bungkal, BKPH Ponorogo Timur, KPH Lawu DS, terjadi sejak Minggu sore dan terus merembet hingga Senin malam.
Berbagai upaya pemadaman yang melibatkan petugas gabungan dari polisi, TNI, dan BPBD terkendala oleh medan yang curam, angin kencang, serta dedaunan kering yang mudah terbakar.
Puluhan hektar hutan lindung yang berisi pohon jati dan alba usia sekitar 23 tahun sudah dilalap api. Petugas pemadam kesulitan melakukan tindakan manual karena tantangan medan yang curam dan ekstrim.
Bahkan, api sudah membakar sekitar 4 hektar hutan lindung. Tim pemadam BPBD menghadapi situasi sulit dan berisiko tinggi di lokasi yang jauh, terjal, dan diperparah oleh jurang yang ekstrim.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Surono menjelaskan butuh waktu panjang untuk memadamkan api yang terjadi di petak 135b Perum Perhutani
"Kebakaran terjadi dari jam 14.00 siang hingga pukul 22.00 malam" terangnya
Kebakaran hutan di Desa Nglewan dan Maguhan juga mengakibatkan putusnya selang penyuplai air bersih ke pemukiman warga. Sumber air di Gunung Tapak Doro, yang selama ini menjadi penopang pasokan air minum dan memasak, terancam terputus.
Baca Juga: Jurusan Kuliah Humaniora yang Tepat untuk Siswa Berbasis IPS
Warga di sekitar wilayah ini mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Sutrisno, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan "Ada masyarakat yang pergi ke puncak sumber, terus ditarik, selangnya sudah ada yang terbakar. Banyak, lebih dari ini. Punya berapa orang, pak? Sekitar 8 orang, 8 rumah."
BPBD Ponorogo mencatat bahwa hari ini masih terdapat enam titik kebakaran hutan yang masih aktif di wilayah Kabupaten Ponorogo. Petugas terus bersiaga untuk mencegah api meluas lebih jauh dan mendekati pemukiman warga.
Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengatasi bencana ini dan menjaga keberlangsungan ekosistem serta ketersediaan air bagi warga setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menyusuri Teduh Pantai Cemara di Ujung Selatan Jember
-
Bos Sritex Divonis 12 Tahun Penjara! Terbukti 'Cuci Uang' Hasil Korupsi Rp1,3 Triliun
-
Satgas MBG Cilegon Ungkap Hasil Lab, Dua Sampel Positif Terpapar Bakteri
-
Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat
-
Ibu dan Balita Tewas Ditabrak Truk Fuso di Lampung Utara
-
12 Promo Skincare Indomaret, Diskon Besar Harga Mulai Rp6 Ribuan
-
Bocoran iPhone 18: Apple Disebut Tunda Peluncuran, Spesifikasi Bakal Dipangkas?
-
Apakah Marina SPF 30 Bisa Bikin Kulit Cerah? Segini Harganya di Indomaret dan Alfamart
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Skandal 'Absen Bodong' Guncang Brebes! 3.000 ASN Terancam Sanksi Berat, Pangkat Bisa Diturunkan