/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 15:13 WIB
Petugas BPBD memadamkan api (ponorogo.suara.com/dedy.s)

SUARA PONOROGO - Bencana ekologis kembali menghantam wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dengan kebakaran hebat yang melanda hutan lindung milik Perhutani. 

Hutan yang menjadi penyangga keberlangsungan sumber air dan habitat alami bagi beragam satwa ini diduga terbakar akibat ulah oknum tak bertanggung jawab. Dampaknya tak hanya dirasakan oleh ekosistem, tetapi juga oleh warga yang mengandalkan sumber air di hutan tersebut.

Kebakaran yang melanda Gunung Tapak Doro, yang terletak di Desa Maguhan, Kecamatan Sambit, atau lebih tepatnya petak 135b Perum Perhutani RPH Bungkal, BKPH Ponorogo Timur, KPH Lawu DS, terjadi sejak Minggu sore dan terus merembet hingga Senin malam. 

Berbagai upaya pemadaman yang melibatkan petugas gabungan dari polisi, TNI, dan BPBD terkendala oleh medan yang curam, angin kencang, serta dedaunan kering yang mudah terbakar.

Puluhan hektar hutan lindung yang berisi pohon jati dan alba usia sekitar 23 tahun sudah dilalap api. Petugas pemadam kesulitan melakukan tindakan manual karena tantangan medan yang curam dan ekstrim. 

Bahkan, api sudah membakar sekitar 4 hektar hutan lindung. Tim pemadam BPBD menghadapi situasi sulit dan berisiko tinggi di lokasi yang jauh, terjal, dan diperparah oleh jurang yang ekstrim.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Surono menjelaskan butuh waktu panjang untuk memadamkan api yang terjadi di petak 135b Perum Perhutani

"Kebakaran terjadi dari jam 14.00 siang hingga pukul 22.00 malam" terangnya

Kebakaran hutan di Desa Nglewan dan Maguhan juga mengakibatkan putusnya selang penyuplai air bersih ke pemukiman warga. Sumber air di Gunung Tapak Doro, yang selama ini menjadi penopang pasokan air minum dan memasak, terancam terputus.

Baca Juga: Jurusan Kuliah Humaniora yang Tepat untuk Siswa Berbasis IPS

Warga di sekitar wilayah ini mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.

Sutrisno, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan "Ada masyarakat yang pergi ke puncak sumber, terus ditarik, selangnya sudah ada yang terbakar. Banyak, lebih dari ini. Punya berapa orang, pak? Sekitar 8 orang, 8 rumah."

BPBD Ponorogo mencatat bahwa hari ini masih terdapat enam titik kebakaran hutan yang masih aktif di wilayah Kabupaten Ponorogo. Petugas terus bersiaga untuk mencegah api meluas lebih jauh dan mendekati pemukiman warga.

Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mengatasi bencana ini dan menjaga keberlangsungan ekosistem serta ketersediaan air bagi warga setempat.
 

Load More