SUARA PONOROGO - Sebanyak seratus bakal calon legislatif dipastikan merasakan getirnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam persiapan menghadapi kontestasi pemilihan legislatif pada tahun 2024 mendatang.
Mereka yang terjaring dalam kategori ini tak lantas berkecil hati, sebab Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan celah bagi mereka untuk memperbaiki statusnya.
Para bacaleg yang mendapati diri mereka tergolong dalam TMS akan mendapatkan peluang kedua dari KPU.
Perbaikan dan penyempurnaan data diri serta persyaratan lainnya dapat dilakukan dalam rangka mencerminkan keseriusan mereka dalam meraih posisi strategis di dalam pemilihan legislatif yang semakin dekat.
Berlandaskan Keputusan KPU Nomor 996, proses perbaikan dan penyempurnaan ini akan berlangsung pada tahapan pencermatan Daftar Calon Sementara (DCS) mulai dari tanggal 6 hingga 11 Agustus 2023.
Tidak hanya itu, aturan tersebut juga memberikan kebijakan kepada partai politik (parpol) untuk memberikan kesempatan kepada bacaleg yang tidak memenuhi syarat, dengan cara melakukan perbaikan atau mengganti bakal calon yang lebih memenuhi syarat.
Arwan Hamidi, salah satu komisioner KPU Ponorogo yang akrab disapa Gus Mik, mengungkapkan,
"Sesuai dengan keputusan KPU Nomor 996, bacaleg yang tidak memenuhi syarat dapat melakukan perbaikan dokumen atau mengajukan penggantian hingga tanggal 11 Agustus 2023 mendatang." Keterangan ini membuka peluang bagi para calon legislatif yang belum berhasil memenuhi seluruh persyaratan untuk mengajukan langkah perbaikan.
Namun, perlu dicatat bahwa setiap langkah perubahan Bacaleg yang dilakukan oleh parpol harus mendapatkan persetujuan dari ketua parpol di tingkat pusat atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Baca Juga: Hidup Susah, Yusuf Surya Pemain Jinny Oh Jinny Kuras Tabungan Sampai Rp 600 Juta Demi Bertahan Hidup
Dalam menjalani tahapan ini, dokumen yang diajukan oleh bacaleg pengganti juga harus terjamin keabsahan dan kelengkapannya.
Gus Mik menekankan bahwa tanggal 16 dan 17 Agustus akan menjadi momen penyusunan DCS. Penetapan DCS kemudian akan dilakukan pada tanggal 18 Agustus.
Pengumuman resmi terkait DCS, yang merupakan hasil dari seluruh rangkaian proses cermat ini, akan diumumkan pada tanggal 19 Agustus dan akan terus ditampilkan selama 5 hari setelahnya.
Kepada para bacaleg yang masih memiliki status TMS pada jangka waktu perbaikan dari tanggal 6 hingga 11 Agustus, Gus Mik mewajibkan mereka untuk secara formal mengajukan perbaikan baik melalui pengajuan fisik maupun daring (online).
Proses pengajuan ini dapat berlangsung hingga pukul 23.59 pada tanggal terakhir perbaikan, yaitu tanggal 11 Agustus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim