SUARA PONOROGO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan yang tulus terhadap perhelatan Kirab Grebeg Tutup Suro yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Festival megah ini bukan sekadar merayakan akhir Bulan Suro atau Muharram, namun memiliki manfaat ganda bagi warga Ponorogo.
Usai mengikuti Kirab Grebeg Tutup Suro di Monumen Bantarangin, Kauman, Kabupaten Ponorogo, hari Selasa (15/8), Khofifah mengungkapkan bahwa Grebeg Tutup Suro tidak hanya sekedar pesta, melainkan juga wujud konkret dalam menjaga warisan budaya, mendukung pariwisata, dan memajukan ekonomi masyarakat lokal.
"Grebeg Tutup Suro memiliki dimensi budaya sebagai ungkapan syukur warga kepada Sang Pencipta, tercermin dalam ekspresi budaya," katanya
Ia juga menegaskan bahwa perhelatan ini punya makna mendalam dalam pelestarian budaya serta penyaluran ilmu lintas generasi, khususnya lewat seni Reog Ponorogo.
Gubernur Khofifah berharap Kirab Grebeg Tutup Suro, yang secara rutin diadakan pada akhir Bulan Muharram atau Bulan Suro dalam penanggalan Jawa, terus mempertahankan dan melestarikan nilai-nilai mulia yang ada.
"Acara ini sebagai tempat pelestarian budaya dan transfer pengetahuan antar-generasi. Ada nilai-nilai agung yang dipegang teguh oleh masyarakat Ponorogo hingga sekarang," paparnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa nilai-nilai luhur itu tercermin dalam berbagai gerakan, lambang, dan sikap yang ditampilkan dalam festival.
Lebih jauh, Khofifah menegaskan peran penting Grebeg Tutup Suro dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta destinasi wisata di Ponorogo. Festival ini menjadi magnet bagi pengunjung, mendorong ekonomi kreatif dan sektor pariwisata setempat.
Dengan semaraknya Kirab Grebeg Tutup Suro, semakin jelaslah upaya Ponorogo dalam mempertahankan akar budaya dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Sebuah langkah berharga menuju kesinambungan dan kemakmuran bagi warga Ponorogo.
Baca Juga: Resmi Jadi Presiden, El Rumi Bertekad Bawa Nusantara United FC ke Liga 1
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Apresiasi Jatim Pertahankan Siswa Terbanyak Diterima Tanpa Tes Sejak 2020
-
Konser NOAH Alon-Alon Ponorogo: Dihimbau Menggunakan Sepatu, Disbudparpora Singgung Sampah Tusuk Jajanan
-
Viral karena Punya Nama Unik, Ini 5 Potret Jian Ayune Sundul Langit Anak Bupati Ponorogo: Wajahnya Sesuai dengan Namanya
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Kapan? Ini Jadwal, Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Kepanikan Petani Sawit
-
Review Buku The Power of Sun Tzu: Panduan Taktis Menghadapi Tekanan Hidup Modern
-
Diego Simeone Paham Betul dengan Keputusan Pep Guardiola
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
China Dominasi Malaysia Masters 2026 dengan Tiga Gelar Juara
-
Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking
-
Viral! Mama Papua Kecewa, Suara dan Wajahnya Dipakai Tanpa Izin di Film Pesta Babi
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!