SUARA PONOROGO - kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Ponorogo, Jawa Timur, menginstruksikan seluruh pelajar di tingkat sekolah dasar untuk menggunakan baju tradisional dari tanggal 21 hingga 24 agustus 2023, tengah menjadi sorotan di kalangan wali murid di daerah ini.
Meskipun bertujuan untuk memupuk rasa cinta akan budaya dan tradisi lokal, namun langkah ini menjadi kontroversi saat surat edaran diinformasikan secara mendadak oleh dinas terkait kepada wali murid.
Salah satu unggahan akun instagram @ponorogo.update yang membahas penggunaan busana tradisional untuk seluruh siswa Sekolah Dasar pada 21 Agustus langsung menjadi viral dan menarik perhatian dari warganet.
Admin akun tersebut menjelaskan bahwa sementara tujuan kebijakan ini adalah baik, yakni memastikan agar anak-anak tidak melupakan adat dan pakaian tradisional khas Ponorogo, namun informasi yang mendadak menjadi titik permasalahan.
Dalam unggahan tersebut, admin juga memberikan pandangannya tentang kebijakan tersebut dengan mengutip, "Kasian juga jika anak SD gak punya pakaian adat khas Ponorogo pasti minder. Semoga kedepannya gak mendadak memberikan informasi."
Beragam reaksi muncul di bawah unggahan tersebut. Pengguna media sosial @risky_dwi mempertanyakan kondisi ekonomi wali murid yang tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan pakaian adat mendadak.
Ia menyampaikan, "Klo edarannya ndadak mending untuk guru atau ASN nya dulu yg nota bene pasti ada. Kalo buat anak-anak sulit juga ya karen gak semua wali murid itu berkecukupan ekonominya, mungkin juga jauh jaraknya klo harus beli dulu."
Pendapat serupa juga muncul dari akun @dimas_ariyanto_zulfikar yang mengapresiasi ide di balik kebijakan ini, namun menyoroti perlunya regulasi yang lebih terencana. Dia menulis,
"Bagus konsepnya, hanya saja regulasinya sedikit mendadak, mungkin alangkah baiknya kedepan bisa diterapkan sepekan sekali atau dua kali pemakaian 'Nguri-nguri budaya', jgn hanya dipakai waktu kegiatan tertentu. Perlu dikaji ulang khususnya dari dinas terkait."
Baca Juga: 4 Drama Korea yang Angkat Tema Korupsi, Sarat Akan Intrik dan Isu Politik!
Kontroversi ini menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara memelihara tradisi dan mempertimbangkan situasi ekonomi serta kesiapan wali murid dalam menjalankan kebijakan tersebut.
Sembari perdebatan ini terus bergulir, para pemangku kebijakan diharapkan akan mengambil langkah-langkah yang lebih bijak untuk menjaga identitas budaya tanpa memberatkan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kemenpora Buka Layanan Pengaduan Korban Pelecehan, Hubungi Email atau Nomor Telepon Ini
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Belanja Pakaian Naik Tapi Pabrik Tekstil Boncos, Kemenperin: Impor Terus
-
Kemenpora Dukung Investigasi Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Gloria/Terry Maksimalkan Chemistry Meski Minim Latihan di German Open 2026
-
Detik-Detik Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau, Pelaku Diduga Terobsesi
-
Apriyani/Lanny Siapkan Evaluasi Jelang 16 Besar German Open 2026