SUARA PONOROGO - Jika Anda berani merasakan petualangan tak terlupakan, ada tempat yang patut dicoba di tengah hutan belantara Kabupaten Ponorogo.
Sebuah warung kopi unik menjadi daya tarik bagi para pecinta petualangan dan kopi. Berbeda dari warung kopi pada umumnya, warung ini konon tak pernah tutup.
Perjalanan menuju tempat ini dari kawasan Kota Ponorogo bukanlah hal biasa. Anda harus menaklukkan tantangan seperti tanjakan panjang, lereng gunung, dan kabut yang menyelimuti perjalanan.
Bahkan, tikungan curam juga harus dilalui, menambah sensasi petualangan Anda. Warung kopi ini berlokasi di Dusun Manggis, Desa Selur, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Meski berada di tengah hutan, lokasinya menjadi jalan menuju Desa Wonodadi dan Desa Sendang Kecamatan Ngrayun.
Pemilik warung, Katimin (68), dan istrinya Mijem (58), telah menjalankan bisnis ini sejak tahun 1986. Berada di tengah hutan pinus di Kecamatan Ngrayun, mereka tidak hanya menyajikan makanan tradisional seperti rawon dengan tempe khas desa, tetapi juga kopi hitam yang diolah secara tradisional menggunakan lumpang, alat kayu jati untuk menumbuk biji kopi.
Katimin menjelaskan, "Kopi yang kami sajikan tidak sehalus kopi pabrikan. Kami mengolahnya dari biji yang disangrai terlebih dahulu, baru kemudian ditumbuk dengan lumpang." jelas Katimin
Terlepas dari lokasinya yang terpencil, warung Mbah Katimin menjadi tempat persinggahan warga yang melintas, baik siang, sore, maupun dinihari.
Bahkan, warung ini kadang-kadang buka selama 24 jam dan telah melayani pembeli bahkan pada jam-jam dinihari. Katimin menyebutkan,
Baca Juga: Sejoli di Palembang Kompak Rampok Motor ABG 12 Tahun, Modusnya Bikin Geleng-Geleng
"Kadang-kadang kami berjualan selama 24 jam, meskipun terkadang hanya sampai pukul 10 malam. Meski begitu, ada sedikit warga yang memesan makanan pada dini hari." ujarnya
Di warung ini, Anda juga dapat menikmati makanan khas seperti Tempe Ngrayun, yang terkenal dengan tampilannya yang besar dan tebal sehingga terlihat seperti jaket.
Tempe ini juga dikenal sebagai tempe jaket atau tempe kretek oleh beberapa kalangan. Meskipun menghadapi dampak pandemi Covid-19 yang membuat pembeli berkurang, warung Mbah Katimin lambat laun pulih kembali dan kini kembali ramai dengan pembeli seperti biasanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim