SUARA PONOROGO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Ponorogo tengah melaksanakan program perekaman E-KTP yang ditujukan bagi para warga baru yang lahir pada tahun 2006.
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung persiapan menuju pemilu 2024 yang akan datang.
Meskipun berjalan dengan langkah cukup baik, terdapat kendala yang dihadapi oleh para petugas dalam menggunakan metode jemput bola yang diterapkan sejak tahun 2018 silam.
Sekretaris Dinas Dukcapil Ponorogo, Heroe Purwanto, mengungkapkan bahwa metode jemput bola yang sejatinya dirancang untuk memudahkan pelajar dalam melakukan perekaman E-KTP, belum mendapatkan perhatian yang memadai.
Bahkan, atensi terhadap metode ini cenderung di bawah ekspektasi yang telah ditetapkan oleh petugas di lapangan.
"Kami menyadari bahwa respon dari warga, khususnya remaja yang lahir pada tahun 2006, belum sesuai dengan harapan kami. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk melakukan perubahan strategi guna memastikan kelancaran program perekaman E-KTP ini dengan lebih efektif," ujar Heroe.
Strategi baru yang diterapkan ternyata memiliki efektivitas yang signifikan dalam menarik minat warga untuk melakukan perekaman E-KTP.
Heroe menekankan bahwa dalam kurun waktu kurang dari sebulan sejak penerapan strategi baru, sudah tercapai 24 persen dari target yang ditetapkan.
Dengan total target sebanyak 16.069 pemilih baru yang harus menjalani perekaman dalam program ini, Dukcapil Ponorogo tetap merasa optimistis bahwa target yang diharapkan dapat tercapai.
Baca Juga: Megawati Minta KPK Dibubarkan, Alexander Marwata: Saya 8 Tahun di KPK Juga Prihatin!
Melalui perubahan strategi yang lebih inklusif dan memberikan fleksibilitas dalam memilih lokasi perekaman, diharapkan partisipasi warga, terutama para remaja kelahiran tahun 2006, akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Dengan demikian, langkah menuju persiapan pemilu 2024 dapat berjalan dengan lebih lancar dan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Terkini
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 Comeback Stronger Hadir di Jakarta
-
Fakta Tersembunyi Iran Dikeroyok AS dan Israel: Benarkah Cuma karena Isu Kepemilikan Nuklir?
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
KPK Ingatkan Gubernur Kaltim soal Mobil Dinas Senilai Rp8,5 Miliar
-
Fariz RM Diam-Diam Bebas Penjara, Tak Ada yang Jemput: Kayak di Film-Film
-
Membongkar Operasi Informasi dari Gelombang Video Hoaks 'China Bantu Gaza'
-
7 Hal yang Membatalkan Puasa, Bukan Hanya Makan dan Minum
-
Alasan Ivar Jenner Tiba-tiba Absen dari Skuad Dewa United, Dibekap Cedera?
-
Link Download Kumpulan Nada Dering Alarm Sahur dengan Suara Unik
-
Review Film Marty Supreme: Perjalanan Gelap Seorang Underdog yang Ambisius!