SUARA PONOROGO - Gemilangnya prestasi Bumi Reog sebagai dominator cabang olahraga Jiu Jitsu pada Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) tahun lalu, kini menghadapi ancaman redup.
Meskipun berhasil meraih 11 medali yang membanggakan, kehadiran Cabor Jiu Jitsu Ponorogo dalam Porprov Jawa Timur 2023 terasa lebih rapuh.
Jumlah atlet yang diutus dalam ajang prestisius ini berkurang drastis. Hanya delapan atlet yang akan mewakili, jauh berbeda dari sebelumnya yang mampu mengirimkan 16 jujitsan berprestasi.
Penurunan dramatis ini dipicu oleh adanya pengurangan kelas yang signifikan pada edisi tahun ini.
Kategori utama, yakni Newaza dengan bobot 62 kg, 69 kg, dan 77 kg, serta kategori Fighting dengan bobot 55 kg, 62 kg, dan 77 kg, terpaksa harus dibatalkan.
Selain itu, keterbatasan anggaran untuk keperluan karantina dan persiapan lainnya juga turut memengaruhi keikutsertaan.
Hal ini menjadi pukulan keras bagi Cabor Jiu Jitsu Ponorogo, yang sebelumnya berhasil mengoleksi 6 emas, 1 perak, dan 4 perunggu dalam Porprov Jatim 2022.
Target medali pun diturunkan drastis, hanya menyasar satu medali emas sebagai fokus utama.
"Pada kondisi seperti ini, kami terpaksa memusatkan perhatian pada usaha untuk meraih setidaknya satu medali emas," ungkap Danang Willian Sancoko, Pelatih Jiu Jitsu, saat dihubungi pada Rabu (23/8/23).
Di samping itu, Eka Fatma Sari, salah satu atlet jiu jitsu yang telah berhasil mengamankan medali emas dan perak pada tahun sebelumnya, turut memberikan pandangannya.
Kendala lainnya yang dirasakan atlet-atlet adalah terkait dengan fasilitas. Minimnya peralatan latihan serta terpaksa harus menyewa gedung pelatihan menjadi hambatan dalam mempersiapkan diri.
"Kami dituntut untuk melatih diri sendiri dan bahkan mencari suplemen serta makanan yang memadai. Tidak hanya itu, biaya untuk obat-obatan juga harus ditanggung dari sumber pribadi," tambahnya.
Keberhasilan masa lalu tidak selalu mengukirkan jejak yang sama di masa kini.
Perjuangan yang tengah dijalani oleh para jujitsan Ponorogo dalam Porprov Jatim 2023 mencerminkan seberapa beratnya medan olahraga, di mana pencapaian cemerlang harus terukir dengan segala keterbatasan yang ada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur
-
Motor Hantam Lubang di OKU Timur Berujung Maut, Ditabrak Mobil Kabur: Ini 5 Fakta Tragisnya
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas