SUARA PONOROGO - Polemik terkait permintaan sumbangan sebesar 500 juta rupiah di SMP Negeri 1 Ponorogo kepada seluruh siswa Angkatan Baru atau kelas 7 untuk membeli komputer, alat musik, dan mobil Inova, menjadi sorotan utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ponorogo.
Untuk menyelesaikan kontroversi ini, Komisi D DPRD Ponorogo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama kepala dinas Pendidikan dan beberapa staf Dinas Pendidikan.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Pamuji, menekankan bahwa rapat ini dilakukan dalam upaya mencari solusi terbaik bersama kepala dinas, dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan di Ponorogo.
Kepada ponorogo.suara.com, Selasa (3/10/23), Pamuji menjelaskan bahwa terkait surat edaran sumbangan yang viral di Masyarakat, pihak sekolah tidak dapat disalahkan mengingat Undang-Undang Pendidikan memperbolehkan sekolah untuk meminta sumbangan, asalkan tidak memberatkan siswa dan orang tua.
“terkait nominal sumbangan, kepala dinas Pendidikan telah memberikan informasi bahwa akan melakukan kajian ulang”. Ungkapnya
Pamuji menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan bupati bersama kepala dinas dan kepala sekolah untuk meninjau ulang jumlah sumbangan yang diminta oleh sekolah.
Sementara itu, Kepala dinas Pendidikan, Nurhadi, mengungkapkan bahwa keputusan akan diambil setelah adanya kesepakatan dalam diskusi nanti.
"Kita akan melihat perkembangan. Sementara yang sudah membayar, silakan anggaran bisa dipakai untuk apa saja, namun yang belum membayar sementara tidak perlu harus membayar. Biar menunggu ada kepastian sumbangan yang akan diberikan seperti apa," katanya.
Seperti yang diketahui, SMP Negeri 1 Ponorogo mendadak viral setelah mengeluarkan surat edaran dari komite sekolah yang berisi permintaan sumbangan untuk keperluan pembelian mobil inova, alat musik dan seperangkat alat musik dengan total nilai mencapai 500 juta rupiah kepada wali murid kelas 7.
Baca Juga: Elektabilitas Anies Merosot Setelah Pilih Cak Imin Jadi Bakal Cawapres, NasDem: Perang Belum Dimulai
Dari angka tersebut, setiap siswa menerima surat edaran permintaan sumbangan sebesar 1,5 Juta Rupiah
Polemik ini menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah setempat, yang kini berupaya mencari solusi yang adil dan transparan dalam penyelesaian masalah ini.
Rasa keadilan terhadap siswa dan orang tua siswa pun menjadi prioritas utama dalam pembahasan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Bukan Sekadar Hobi, Menggambar Diusulkan Jadi Gerakan Nasional: Mei Dipilih Jadi Momennya
-
Hasil BRI Super League: Brace Ramon Tanque Bawa Persib Kalahkan Semen Padang