- Raheem Sterling belum dapat berlatih resmi di Feyenoord karena kendala izin kerja di Belanda belum terbit.
- Pelatih Robin van Persie mengadakan pemusatan latihan darurat di Belgia agar Sterling bisa berlatih.
- Sterling, yang bergabung hingga akhir musim, belum tampil kompetitif sejak Mei 2025 lalu.
Suara.com - Kedatangan Raheem Sterling ke Feyenoord belum sepenuhnya berjalan mulus. Winger 31 tahun itu belum bisa berlatih bersama tim barunya karena izin kerja di Belanda belum terbit.
Situasi ini juga dialami oleh kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes saat direkrut AFC Ajax dari FC Dallas.
Paes pun terpaksa harus menonton dari bangku tribun saat Ajax ditahan imbang AZ Alkmaar dua pekan lalu. Izin kerja Paes baru terbit setelahnya.
Nah untuk kasus Sterling, pelatih Feyenoord, Robin van Persie, menemukan celah aturan untuk mempercepat proses adaptasi sang pemain.
Sterling, yang kontraknya di Chelsea diputus pada Januari lalu, resmi bergabung dengan Feyenoord hingga akhir musim.
Akan tetapi, karena dokumen izin kerja belum rampung, ia bahkan belum diperbolehkan mengikuti sesi latihan resmi di Belanda.
Akibatnya, saat Feyenoord menang 1-0 atas Go Ahead Eagles, Sterling hanya bisa menyaksikan pertandingan dari tribun.
Tak ingin proses adaptasi terhambat, Van Persie mengambil langkah kreatif. Ia membawa skuadnya menggelar pemusatan latihan darurat di Belgia.
Menurut regulasi, Sterling diperbolehkan berlatih di luar Belanda meski izin kerjanya belum selesai. Situasi inilah yang dimanfaatkan Feyenoord.
Baca Juga: 3 Fakta Lucas Lee, Pemain Keturunan Calon Penerus Maarten Paes di MLS
“Itu diperbolehkan di luar negeri. Kami melakukannya untuknya, tapi juga untuk pengembangan tim,” ujar Van Persie seperti dilansir dari Dailymail.
Sterling belum tampil kompetitif selama sekitar enam bulan. Laga resminya terakhir terjadi pada Mei 2025 saat masih dipinjamkan ke Arsenal.
Sebelumnya, ia tersisih dari skuad utama Chelsea di bawah asuhan Enzo Maresca dan juga tidak mendapat tempat dalam periode berikutnya.
Minimnya menit bermain membuat kebugarannya perlu dibangun secara bertahap sebelum kembali ke level kompetitif.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi