/
Jum'at, 13 Oktober 2023 | 13:57 WIB
Warga menerima bantuan air bersih dari kepolisian (Dokumen: ponorogo.suara.com/dedy.s)

Suara PonorogoKekeringan yang melanda Ponorogo telah mendapatkan perhatian serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa situasi kekeringan saat ini sudah masuk dalam kategori "awas" berdasarkan hasil assessment BMKG Malang. 

Dibandingkan dengan tahun 2019, situasinya tidak lebih parah, yang membuat dampaknya diperkirakan akan signifikan terhadap masyarakat.

Masun menyatakan bahwa saat ini ada 12 dusun di Ponorogo yang mengalami kesulitan pasokan air bersih. Upaya penanggulangan telah dilakukan dengan mengajukan pendanaan melalui dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Dana ini akan dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan daerah, dengan anggaran sekitar 250 juta rupiah yang diajukan untuk operasional, pengadaan air, dan bahan bakar minyak (BBM).

“kita mengupayakan pendanaan , melalui dana siap pakai dari BNPB dapat dana untuk dimanfaatkan” ungkapnya, Jumat (13/10/23)

Masun juga mengungkapkan bahwa hingga bulan September, anggaran yang tersedia telah habis, bahkan masih ada utang dari ketentuan BNPB yang belum terbayarkan. 

Sementara itu, untuk bulan Desember, pihak Kementerian BNPB telah menjanjikan dukungan hingga akhir tahun. Hal ini menjadi kabar baik bagi Ponorogo yang masih berjuang mengatasi dampak kekeringan.

Kekeringan merupakan ancaman serius bagi wilayah ini, dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pihak berwenang, serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan akan mempercepat penanganan dan pemulihan kondisi di Ponorogo.
 

Baca Juga: Attitude Kaesang saat Ditanya Arah Dukungan PSI Dicibir: Slengean, Lama-lama Tengil

Load More