Suara Ponorogo – Kekeringan yang melanda Ponorogo telah mendapatkan perhatian serius dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Masun, menjelaskan bahwa situasi kekeringan saat ini sudah masuk dalam kategori "awas" berdasarkan hasil assessment BMKG Malang.
Dibandingkan dengan tahun 2019, situasinya tidak lebih parah, yang membuat dampaknya diperkirakan akan signifikan terhadap masyarakat.
Masun menyatakan bahwa saat ini ada 12 dusun di Ponorogo yang mengalami kesulitan pasokan air bersih. Upaya penanggulangan telah dilakukan dengan mengajukan pendanaan melalui dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dana ini akan dimanfaatkan sesuai dengan kemampuan daerah, dengan anggaran sekitar 250 juta rupiah yang diajukan untuk operasional, pengadaan air, dan bahan bakar minyak (BBM).
“kita mengupayakan pendanaan , melalui dana siap pakai dari BNPB dapat dana untuk dimanfaatkan” ungkapnya, Jumat (13/10/23)
Masun juga mengungkapkan bahwa hingga bulan September, anggaran yang tersedia telah habis, bahkan masih ada utang dari ketentuan BNPB yang belum terbayarkan.
Sementara itu, untuk bulan Desember, pihak Kementerian BNPB telah menjanjikan dukungan hingga akhir tahun. Hal ini menjadi kabar baik bagi Ponorogo yang masih berjuang mengatasi dampak kekeringan.
Kekeringan merupakan ancaman serius bagi wilayah ini, dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, pihak berwenang, serta dukungan dari berbagai pihak diharapkan akan mempercepat penanganan dan pemulihan kondisi di Ponorogo.
Baca Juga: Attitude Kaesang saat Ditanya Arah Dukungan PSI Dicibir: Slengean, Lama-lama Tengil
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Cuma 40 Meter dari Ruang Kelas, Bunker Sekolah Simpan Ratusan Senjata hingga Narkoba
-
Chelsea, AC Milan, Aston Villa Tur Pramusim ke Indonesia, Erick Thohir Angkat Topi
-
Review Buku Ramadan Rain: Kisah Hangat tentang Doa, Syukur, dan Cinta Keluarga di Balik Hujan
-
Kebakaran Hebat Landa Gedung Bapenda DKI Jakarta
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda