Suara Ponorogo - Intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Ponorogo beberapa hari terakhir ini belum cukup untuk mengakhiri penderitaan warga di daerah yang menderita kekeringan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo tetap melanjutkan program bantuan air bersih, yang dikenal dengan istilah "drooping air," kepada desa yang masih kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menjelaskan situasi terkini, "Sampai hari ini, hujan sudah turun, tapi masih dianggap sebagai masa transisi. Ini mengacu pada rilis terakhir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 8 Oktober” terangnya, Selasa (24/10/23)
Masun menambahkan bahwa Prakiraan menunjukkan bahwa hujan normal di Ponorogo akan datang pada minggu kedua bulan November.
“Saat ini, kita masih berada dalam masa transisi, dan dampak hujan belum begitu signifikan. Bahkan baru-baru ini ada permintaan perluasan droping air di Desa Wates, Dukuh Joso, dari sebelumnya 25 keluarga menjadi 145 keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa hujan yang turun belum secara signifikan meningkatkan pasokan air, sehingga kita masih perlu melanjutkan bantuan air bersih." tegasnya
Masun juga menambahkan bahwa potensi kekeringan masih ada di sekitar 45 desa, namun yang sudah secara pasti dilakukan drooping air mencapai 12 dukuh di 10 desa tersebar di 6 kecamatan. Warga di daerah-daerah tersebut masih membutuhkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Meskipun hujan telah turun, upaya BPBD Kabupaten Ponorogo untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih tetap menjadi prioritas.
Mereka berharap bahwa dengan adanya hujan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan, situasi akan membaik dan kebutuhan akan air bersih di daerah tersebut dapat terpenuhi.
Baca Juga: Lahan di Desa Gunung Terang Kebakaran, Personel Gabungan Kesulitan Memadamkan Api
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Kenapa Orang Rela Antre demi AP x Swatch? Fenomena FOMO dan Budaya Luxury
-
DPR Desak Pemerintah Jamin Keselamatan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel
-
Kasus Apa yang Menjerat Wagub Babel Hellyana hingga Langsung Ditahan?
-
Tutup Pintunya! Kata-kata Terakhir Amin Abdullah Sebelum Dibunuh Pelaku Penembakan Masjid San Diego
-
Gamers Tidak Selalu Gagal: Perspektif Baru dari Dear Parents
-
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya
-
Daftar Pemain Skotlandia di Piala Dunia 2026, Diperkuat Scott McTominay hingga Andy Robertson
-
Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor
-
Amnesty: Kritik Pemerintah Dibungkam Lewat Kampanye Disinformasi 'Antek Asing'