Poptren.suara.com - Lulur dan scrub merupakan dua produk yang digunakan untuk perawatan tubuh, terutama sebagai pengangkat sel-sel kulit mati. Tahukah kamu apa perbedaan lulur dan scrub ?
Meski sekilas terlihat sama, nyatanya keduanya memiliki banyak hal berbeda, mulai dari bahan penyusunnya, tekstur, sampai cara pengaplikasiannya.
Lulur --> produk perawatan kulit yang berfungsi untuk mengangkat kulit mati. Salah satu keunggulannya adalah banyaknya bahan alami yang digunakan.
Berbagai tanaman herbal seperti pandang, kunyit, tepung beras, dan beragam rempah lain merupakan resep yang banyak digunakan untuk membuat lulur. Penggunaan lulur sebagai perawatan tubuh rupanya sudah dilakukan sejak waktu lampau, termasuk untuk merawat tubuh para wanita kerajaan.
Scrub --> produk perawatan kulit yang identik dengan butiran-butiran halus yang akan terasa teksturnya ketika Anda mengoleskannya pada badan.
Body scrub juga berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati. Hanya saja terkadang ada komposisi bahan kimia yang digunakan untuk membuatnya.
Perbedaan Lulus dan Scrub untuk Perawatan Kulit :
1. Tekstur
Meski keduanya sama-sama bertekstur sedikit kasar, scrub cenderung memiliki butiran yang lebih halus. Butiran ini dihasilkan oleh campuran bahan kimia dan proses ekstraksi bahan lain di dalamnya.
Baca Juga: Sama-sama Alami Proses Penuaan, Ini Perbedaan Kulit Wajah dan Kulit Tubuh
Sementara itu, lulur yang terbuat dari bahan-bahan alami akan memiliki butiran yang lebih besar dan tidak merata.
2. Varian
Lulur memiliki varian sesuai nama rempah yang digunakan seperti kunyit, sereh, dan jenis bunga-bunga. Sementara itu, scrub lebih banyak ditemukan dalam variasi buah-buahan seperti ekstrak stroberi, jeruk, dan masih banyak lagi.
3. Eksfoliasi
Pada dasarnya, kedua produk ini sama-sama berfungsi untuk eksfoliasi atau mengangkat kulit mati. Hanya saja, karena butiran lulur terbilang lebih besar, ia menjadi yang paling efektif untuk digunakan. Sementara itu, scurb dengan butirannya yang halus berfungsi untuk memastikan bahwa tidak ada lagi kotoran yang menyumbat ke pori-pori.
Eksfoliasi sebaiknya hanya dilakukan 2-4 hari sekali, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC