/
Minggu, 31 Juli 2022 | 10:22 WIB
Emisi Gas Rumah Kaca ; Emisi Karbon ; Macet ; Kendaraan Bermotor (Suara.com/Alfian Winanto)

Poptren.suara.com – Korlantas Polri akan menghapus data surat tanda motor kendaraan atau STNK mati pajak selama dua tahun yang termakub dalam pasar 74 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Kami ingin secepatnya, karena aturan ini sudah diundangkan sejak 2009," kata Kakorlantas Polri Irjen Polisi Firman Shantyabudi melalui keterangan tertulis

Ia juga menjelaskan, bahwa aturan  tersebut dimulai, kendaraan yang mati pajak selama dua tahun dianggap bodong.

Aturan ini berlaku dengan tujuan meningkatkan disiplin pajak masyarakat dan memudahkan pemerinta melakukan pembangunan.

"Kami ingin pastikan datanya valid. Karena dengan begitu pemerintah bisa mengambil kebijakan untuk pembangunan bagi masyarakat," ujar dia.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengatakan terkait data yang valid harus ditunjang dengan sistem data tunggal kendaraan. Saat bersamaan, pihaknya terus mengajak, menyosialisasikan dan mengedukasi pemilik kendaraan agar taat pajak.

"Ini akan dilakukan dengan proses sinkronisasi data dan beberapa program yang disampaikan oleh dirjen maupun dari Korlantas Polri," tuturnya.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni mengatakan untuk meningkatkan ketaatan pajak, maka dibutuhkan sinergisitas bersama khususnya dalam memaksimalkan aturan.

"Perlu sinergisitas bersama dengan komponen yang ada, baik di pusat maupun di daerah untuk memperbaiki pelayanan serta meningkatkan pendapatan," tuturnya.

Baca Juga: Steam dan Epic Games Diblokir Kominfo, Inilah Penyebabnya

Sumber : Banten.suara.com

Load More