- Wanita berinisial NM diduga dianiaya GS saat hendak memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 31 Maret 2026.
- Korban sempat berlari menyelamatkan diri ke SPBU Jalan S Parman karena dikejar pelaku sebelum akhirnya dilerai warga setempat.
- Polsek Palmerah telah menerima laporan resmi korban dan saat ini sedang mendalami kasus melalui pemeriksaan saksi serta bukti.
Suara.com - Seorang wanita berinisial NM (35) diduga menjadi korban penganiayaan saat hendak memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Insiden yang sempat diwarnai aksi kejar-kejaran itu kini viral di media sosial setelah rekaman CCTV tersebar luas.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kilasjabodetabek, korban terlihat berlari menyelamatkan diri menuju SPBU di Jalan S Parman yang berada tepat di samping PN Jakarta Barat.
Terduga pelaku tampak terus mengejar korban dari belakang hingga memicu kepanikan di lokasi.
Beruntung, aksi tersebut tidak berlangsung lama setelah sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung turun tangan melerai.
Kapolsek Palmerah Kompol Gomos Simamora membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan kejadian itu berlangsung pada Selasa (31/3/2026), namun kembali menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.
"Benar, kejadian bulan Maret kemarin, saat ini korban sudah membuat LP dan sudah dilakukan BAP oleh anggota," kata Gomos saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (10/5/2026).
Menurut Gomos, korban telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Laporan itu teregistrasi dengan Nomor: LP/B/2224/III/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
Kronologi
Berdasarkan kronologi dalam laporan polisi, dugaan penganiayaan bermula ketika NM hendak menjadi saksi dalam persidangan perkara nomor 72/PIB.B/2026/PN.Jkt.Brt di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Baca Juga: Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
Sebelum masuk memberikan kesaksian, korban disebut keluar dari ruang sidang. Namun secara tiba-tiba, terduga pelaku berinisial GS diduga mengejar korban.
Karena merasa terancam, korban berlari menuju SPBU di samping gedung pengadilan untuk mencari perlindungan.
Meski sempat mencoba menyelamatkan diri, korban diduga tetap mengalami penganiayaan oleh pelaku di lokasi tersebut.
Polisi kini masih mendalami kasus itu melalui pemeriksaan sejumlah pihak dan pengumpulan alat bukti untuk mengusut dugaan penganiayaan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini
-
Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah
-
7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik
-
Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle
-
Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi
-
Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini
-
Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh
-
MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya
-
Cushion ESQA Oksidasi atau Tidak? Cek Kelebihan dan Review Pengguna sebelum Membeli