Poptren.suara.com - Citayam Fashion Week dikenal sebagai salah satu acara catwalk yang dilakukan di kawasan jalan Jendral Sudirman Dukuh Atas , Jakarta Pusat.
Mengutip Yoursay.id, fenomena ini bermula dari wawancara yang dilakukan content creator, yang kemudian menjadi viral. Konten tersebut memperlihatkan pasangan anak muda yang terbiasa menghabiskan waktu di daerah tersebut. Hingga saat ini orang-orang berlomba-lomba mengunjungi daerah tersebut untuk membuat konten yang sama atau sekedar ingin tahu.
Bahkan baru-baru saja perusahaan Baim Wong mendaftarkan HAKI Citayam Fashion Week yang banyak menuai pro kontra dari berbagai kalangan, walau kini telah dicabut. Beberapa nama baru pun mencuat ke media dan mendapatkan perhatian dari influencer tanah air untuk kemudian hadir dalam wawancara publik serta konten mereka, di antaranya Jeje, Bonge hingga Kurma. Hal ini memicu kemauan yang besar dari anak muda lainnya untuk kemudian memanfaatkan momen tersebut agar dikenal media.
Tren Citayam Fashion Week sendiri selain mengundang penasaran banyak kalangan untuk melihat dan menyaksikan langsung juga banyak memberikan pengaruh pada lingkungan sosial masyarakat, diantaranya kemacetan lalu lintas yang terjadi ketika acara catwalk dilaksanakan.
Beberapa pengguna jalan merasa disulitkan dengan diadakannya acara tersebut karena membuat antrean kemacetan yang terjadi semakin panjang. Ditambah lagi lonjakan pengguna transportasi umum seperti MRT bagi mereka yang berasal dari luar daerah serta menumpuknya para pengunjung di daerah sekitar Dukuh Atas dan stasiun Sudirman, membuat para pengguna kendaraan umum kesulitan untuk dapat mengakses transportasi umum.
Belum lagi masalah kebersihan. Para pengunjung serta anak disana, banyak yang tidak menyadari pentingnya menjaga kebersihan. Hal ini terlihat dari situasi jalanan dan lingkungan sekitar yang dipenuhi oleh sampah berserakan. Padahal dari pemerintah kota sendiri sudah menyediakan tong sampah di setiap sudut jalan. Perlu adanya aksi nyata yang isinya mengajak anak muda di sana untuk kemudian turut menjaga kebersihan lingkungan.
Citayam Fashion Week yang diisi oleh kebanyakan anak muda dengan rentan usia sekolah menjadi salah satu persoalan yang patut dipertanyakan. Bagaimana mereka kemudian menghabiskan waktu di jalanan hingga harus bermalam di daerah tersebut karna tertinggal kereta terakhir.
Mereka seharusnya diedukasi mengenai pentingnya sekolah. Dengan adanya acara dan aktivitas seperti ini jangan sampai menjadikan mereka malas sekolah dan belajar. Perlu adanya batas jam khusus yang diperuntukan bagi mereka golongan pelajar untuk kemudian mengatur waktu berkumpul dan keikutsertaan mereka dalam meramaikan acara Citayam Fashion Week tersebut.
Selain memberikan dampak yang kurang baik seperti di atas, dengan adanya tren ini, justru membuka lebar kemunculan tren fashion di Indonesia, khususnya anak muda.
Baca Juga: Citayam Fashion Week Bubar ?
Secara tidak langsung menunjukan bahwa mereka mulai tertarik untuk kemudian mengikuti dan meramaikan tren fashion yang ada. Dengan berani mengekspresikan gaya dan selera mereka untuk berpakaian menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi. Ini adalah salah satu bentuk bukti kemajuan kreativitas anak muda dalam mengekspresikan karyanya.
Citayam Fashion Week ini selain menginspirasi anak muda untuk kemudian berkarya dan berani mengekspresikan keunikan mereka juga menjadi inspirasi daerah lain, sehingga kemudian ikut serta meramaikan tren fashion tersebut.
Sebagai bentuk dukungan dalam mengekspresikan kreativitas dan karyanya, beberapa daerah menggelar kegiatan fashion week dengan ciri khas mereka tersendiri, seperti yang diadakan di Yogyakarta tepatnya di Maliboro yang kemudian mengusung catwalk bertema budaya.
Dengan demikian tren fashion seperti ini jika diarahkan dan mendapat perhatian yang serius dari berbagai pihak diharapkan dapat terus tumbuh serta berkembang di masyarakat. Hal ini agar kemudian menjadi salah satu jalan memajukan bukan hanya kreativitas dan karya dibidang tren fashion, tapi juga memperkenalkan serta melestarikan budaya yang ada.
Berita Terkait
-
Kritik Tokoh Publik yang Numpang Narsis di Citayam Fashion Week, Ferdinand Hutahaean Beri Komentar Menohok
-
Ada Anak Hilang di Area Citayam Fashion Week, Nama Bonge Ikutan Terseret
-
Bukan Hanya Kebebasan, Trend Citayam Fashion Week Butuh Arahan
-
Dibilang Netizen Lebih Keren dari Bonge, Ridwan Kamil Titip Pesan Ini untuk Anak SCBD di Citayam Fashion Week
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta