Poptren.suara.com - Apa itu diet detoks ? Diet yang dipercaya dapat mengeluarkan racun dari tubuh melalui konsumsi jenis makanan tertentu sehingga dinilai memiliki manfaat bagi kesehatan. Benarkah fakta tersebut ? Melansir dari laman Healthline.com, berikut pembahasannya.
Dikutip dari Yoursay.id, pada dasarnya tubuh telah memiliki fungsi detoksifikasi alami yang melibatkan berbagai organ penting, seperti paru-paru, usus besar, hati, ginjal, serta kulit. Proses metabolisme yang normal akan menghasilkan racun secara endogen dalam bentuk amoniak dan asam laktat, tetapi tubuh juga dapat memperolehnya secara eksogen melalui paparan obat-obatan, bahan kimia dalam makanan, serta lingkungan.
Menurut National Institutes of Health, detoksifikasi di dalam tubuh melibatkan proses metabolisme yang disebut dengan Biotransformasi, yang akan membuat suatu perubahan struktur kimia zat beracun menjadi tidak aktif sehingga akan dieksresikan oleh tubuh dalam bentuk feses, urine, keringat, serta karbondioksida.
Kemampuan tubuh untuk dalam detoksifikasi tergantung pada berbagai faktor, meliputi usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, genetika, obat-obatan, dan diet. Diet detoks digunakan untuk meningkatkan proses eliminasi toksin yang optimal, meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, serta mendorong penurunan berat badan.
Program diet ini biasanya melibatkan suplementasi, diet vegan ketat, diet cair, puasa, atau metode lain yang konon dipercaya dapat mendetoksifikasi tubuh. Meskipun telah banyak klaim tentang adanya peningkatan status kesehatan oleh pencipta dan pendukung diet detoks, namun klaim ini dinilai tidak memiliki bukti klinis dari segi efektivitas serta keamanannya.
Penerapan diet detoks dinilai tidak berbahaya apabila digunakan dalam jangka pendek. Namun, diet detoks yang melibatkan puasa dalam waktu lama atau pembatasan kalori yang ekstrem, penggunaan suplemen herbal, atau praktik seperti enema dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya dan berpotensi memiliki risiko dalam kesehatan jangka panjang.
Sebuah studi dari National Institutes of Health pada tahun 2015 yang melibatkan peserta wanita sebanyak 84 orang dengan mengikuti diet detoks rendah kalori ditambah asupan jus lemon dan sirup rendah kalori, kemudian peserta lainnya mengikuti diet plasebo rendah kalori selama 7 hari mendapatkan hasil berupa penurunan berat badan dan penurunan kadar insulin pada kedua kategori peserta. Namun hasil tersebut dinilai bukan karena penggunaan diet detoks, melainkan akibat adanya pembatasan kalori dari diet yang diterapkan.
Kesimpulannya adalah penggunaan diet detoks dirasa tidak terlalu dibutuhkan mengingat tubuh memiliki perannya sendiri dalam mendetoksifikasi racun. Peneliti juga lebih menyarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, agar tubuh mendapatkan semua asupan zat gizi penting yang berperan dalam proses metabolisme. Selain itu disarankan pula untuk rajin berolahraga, mengindari rokok, alkohol, serta junk food untuk menjaga kesehatan organ yang berfungsi dalam proses detoksifikasi racun tersebut.
Baca Juga: Mengenal Hara Hachi Bu, Diet Jepang yang Dipercaya Bikin Panjang Umur
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan
-
Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo
-
Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa
-
Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan
-
Kantor Kemenko Polkam Tak Aman? Motor Jurnalis iNews Hilang, Tak Ada CCTV di Lokasi
-
OJK Bidik Generasi Muda dan Lansia, Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan
-
Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci
-
Bos BEI Buka Suara Isu Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal
-
5 Posisi Foto Pernikahan yang Baik dan Membawa Hoki di Dalam Rumah
-
2,7 Juta Rokok Ilegal Digulung Bea Cukai Kalbar dari Gudang Ekspedisi Prajurit Laut