Poptren.suara.com – Sudah jelas bahwa harga mahal barang bermerk tidak menjamin kualitas lebih baik daripada barang yang lebih murah, karena merek itu sendiri punya nilai yang lebih tinggi dibanding dengan kualitasnya.
Di dalam Teori Kebutuhan Maslow sendiri ada tingkatan di mana orang membeli sesuatu karena berdasarkan prestise, pengakuan atau gengsi.
Ketua DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat mengungkapkan bahwa harga yang mahal bisa jadi jaminan bahwa barang tersebut dibuat dari bahan berkualitas.
"Betul (harga mahal, barang berkualitas). Sekarang kita lihat karena kualitas itu dari bahan, kalau memang bahannya bagus, kalau kita tahu suatu brand bahannya bagus kita cari terus. Modelnya sederhana dicari terus," iata Ellen ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sebaliknya, apabila barang murah bisa jadi proses produksinya tidak optimal, sehingga kualitas barang juga jadi buruk.
"Ada juga kalau orang sudah terkenal, barangnya baru sekali dipakai, dicuci bonyok misalnya, ya sudah enggak jadi dipakai lagi. Itu adalah tanggung jawab dari reseller masing-masing. Mau sukses atau mau gagal, kita nggak bisa hit and run," ujarnya.
Ellen mengingatkan, jangan mudah tergiur dengan harga murah terutama saat belanja secara online. Ia sendiri mengaku pernah tertipu saat berbelanja online namun tidak sesuai dengan ekspektasinya.
"Pengalaman buruk beli online, tiba-tiba minta warna kuning, datangnya pink. Dicari udah hilang orangnya. Modelnya begini, datangnya begini," cerita Ellen.
Pengalaman seperti itu yang bisa membuat konsumen jadi enggan berbelanja lagi secara online, lanjut Ellen.
Baca Juga: Viral Video Pelajar Mesum di Masjid Membuat Warganet Geram
Menurutnya, berbelanja secara langsung di mal masih menjadi cara teraman untuk memastikan barang yang dibeli kualitasnya sesuai dengan harga yang dibayar. Sebab, dengan begitu, pembeli bisa merasakan langsung, memegang, juga mencoba barang yang hendak dibelinya.
"Bukannya saya bilang online nggak bagus. Tapi, susah untuk mendapatkan apa yang kita harapkan sesuai dengan keinginan. Tapi kalau offline, namanya ke mal, coba, nggak oke, ya udah lepas. Coba lagi sampai oke, itu masih ada plus poin untuk offline bisnis," kata Ellen.
Kalau kamu, tim belanja online atau offline, nih?
Sumber : suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PTBA Tebar Kebahagiaan Idul Adha, 300 Hewan Kurban Disalurkan ke Berbagai Wilayah Operasional
-
Bagasi Mobil Selalu Penuh saat Mudik? Ini Tips Menata Daging Kurban dan Oleh-oleh agar Tetap Muat
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bolehkah Daging Kurban Dibagikan kepada Non Muslim? Ini Penjelasan Ulama yang Menyejukkan
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL