Poptren.suara.com – Festival kue bulan merupakan perayaan terbesar kedua bagi masyarakat Tionghoa, setelah tahun baru Imlek. Festival ini jatuh setiap tanggal 15 bulan ke-8 pada kalender tradisional China.
Kue bulan jadi makanan yang identik dalam perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur. Festival yang juga disebut Festival Kue Bulan ini jadi hari penting bagi masyarakat China.
Asal-usul kue bulan dapat ditelusuri lebih dari 3,000 tahun lalu. Namun, baru pada Dinasti Yuan (tahun 1271 hingga 1368) kue manis tersebut menjadi identik dengan Festival Pertengahan Musim Gugur.
Kue bulan terbuat dari kue yang manis dan padat dengan beragam pilihan isian seperti pasta kacang merah, wijen, atau biji teratai, yang dipanggang dengan cara tradisional.
Bagian atasnya terdapat ukiran timbul dengan pola khusus sebagai simbol sentimen keberuntungan, seperti 'umur panjang' dan 'harmoni'.
Isian kue ini juga sering ditambahkan dengan sebutir (atau dua butir) kuning telur bebek asin utuh yang melambangkan bulan purnama.
Jenis Kue Bulan Berbeda
Tidak seperti kue bulan tradisional pada umumnya, Hong Kong memiliki jenis kue bulan berbeda yaitu Kue Bulan Snow Skin tidak dipanggang, dan populer pada tahun 1960-an.
Kue tersebut dianggap menjadi alternatif kue bulan yang lebih sehat.
Di Indonesia, The Westin Surabaya menyajikan berbagai kreasi ukuran dan rasa kue bulan snow skin agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang belum pernah merasakan kelezatan kue tersebut.
Baca Juga: Sule Meminta Isu Perselingkuhan Tak Lagi Dibahas
Meski disajikan dengan kreasi yang berbeda, kue tersebut dibuat tanpa melepas tradisi dan makna kekeluargaan, cinta, serta indahnya rasa berbagi dalam perayaan festival ini.
"Rasa Kue Bulan Snow Skin mewakili kenangan masa kecil kami dan makna berkumpul bersama teman dan keluarga sepanjang tahun," Complex Director of Culinary The Westin Surabaya Twedi Martatna, dikutip dari siaran pers, Rabu (10/8/2022).
"Baik itu rasa dan aroma buah jeruk yang diberikan oleh nenek, atau gigitan roti puding pertama saat masih kecil. Setiap varian rasa dibuat untuk memanjakan indera dan membantu kami menghidupkan kembali kenangan-kenangan indah itu," tambahnya.
Semua jenis dan varian rasa kue bulan tersebut dapat dibeli secara langsung di The Westin Surabaya ataupun melalui laman resmi mereka.
Sumber : suara.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
5 Ciri-Ciri Mesin Cuci Perlu Diganti Bukan Diperbaiki, agar Tidak Rugi Jangka Panjang
-
Antre Pertalite di SPBU Siak sampai Berjam-jam, Eceran Susah Didapat
-
Erin Mantan Andre Taulany Bongkar Kelakuan ART di Rumah: Baju Anak Saya Dipakai Tanpa Izin
-
Komunitas Bermain: Ruang Sederhana di Tengah Kota yang Mengembalikan Masa Kecil Saya
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Warga Semarang Siapkan Payung Hari Ini! BMKG Prediksi Hujan Ringan Guyur Kota Lumpia
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?