Poptren.suara.com - Feminisme dan kesetaraan gender selalu menjadi perdebatan tak berujung di masyarakat, terutama di sosial media. Banyak pendapat yang diutarakan masyarakat tentang isu tersebut. Apa itu feminisme dan kesetaraan gender ?
Feminisme adalah suatu paham dimana perempuan memiliki hak yang sama terhadap laki-laki dalam berbagai sisi atau situasi. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran para wanita yang merasa hak mereka dibatasi sedangkan laki-laki tidak, hal itu yang menimbulkan keirian para wanita. Sedangkan kesetaraan gender adalah suatu pandangan bahwa semua orang harus diperlakukan sama tanpa memandang gendernya. Feminisme adalah suatu bentuk wujud dari kesetaraan gender.
Gerakan feminisme ini sudah bergerak sejak abad ke-19 hingga awal abad ke-20 di Eropa. Pada waktu itu hak wanita dibatasi di berbagai tempat, seperti dalam hal pendidikan, kesempatan kerja dan politik serta standar moral. Mereka menuntut untuk seharusnya para wanita menerima perlakuan yang sama dengan pria. Gerakan ini menyebar dengan cepat ke wilayah Eropa dan Amerika.
Gerakan feminisme untuk mewujudkan keseteraan gender ini awalnya berjalan sesuai dengan tujuan awal, yaitu menuntut wanita untuk mendapatkan pendidikan seperti halnya laki-laki, kesempatan kerja, dan dapat bersuara di bidang politik. Namun semakin lama paham kesetaraan gender ini makin mengada-ngada. Banyak wanita di era modern ini menjadikan paham kesetaraan gender sebagai senjata utama untuk menentang ketika mereka melihat adanya perbedaan peran antara kedua gender tersebut. Seperti contoh banyak kasus dimana beberapa kaum perempuan menolak untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci baju atau piring, bersih-bersih rumah, memasak. Mereka merasa dijadikan budak rumah tangga, padahal pekerjaan rumah adalah hal yang wajar dan umum, bahkan para suami juga bisa mengerjakan pekerjaan rumah tanpa bergantung dengan istri.
Peran perempuan memang terlihat lebih dominan dibandingkan laki-laki dari sisi pekerjaan domestik. Dimana peran laki-laki dianggap hanya keluar mencari nafkah sedangkan perempuan mengurus pekerjaan rumah tangga. Hal tersebut memang terlihat adil dengan membagi tugas masing-masing. Namun, tidak sedikit pula perempuan yang dituntut untuk turut serta bekerja membantu perekonomian rumah tangga namun juga diharuskan mampu mengerjakan pekerjaan rumah. Kalau begitu situasinya, solusi hanya butuh saling menghormati saja sesama pasangan. Suami tahu istrinya lelah setelah bekerja seharian, disitulah diharuskan saling pengertian, bukannya menuntut istri tetap mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Ada juga kasus dimana wanita menolak untuk memberi asi ke bayi karena merasa adanya ketidakadilan terhadap kedua gender itu. Nyatanya adil itu tidk harus sama, setiap gender memiliki perannya masing-masing, perempuan mengandung, menyusui dan sebagainya yang tidak bisa dikerjakan oleh kaum laki-laki.
Memang terkadang ada perbedaan peran antara kedua gender tersebut. Ada ability khusus di laki-laki yang bagi wanita bukan merupakan suatu kelebihan. Ada ability khusus juga di wanita yang jika di laki-laki merupakan suatu kelemahan. Yang dibutuhkan adalah saling menghormati antar sesama manusia tanpa memandang gender.
Sumber : Yoursay.id
Baca Juga: 6 Fakta Seputar Virus Langya, Penyakit Baru yang Menyebar di China
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi
-
Polisi Ungkap Peran Tersangka Kasus Injak Al-Qur'an: Ada yang Memerintah, Ada yang Melakukan
-
Momen Anwar Usman Pingsan Usai Purnabakti di Gedung MK
-
Persib Paling Difavoritkan Juara, Borneo FC Jadi Kuda Hitam, Persija Jangan Menyerah
-
10.000 Pelari Ramaikan wondr Kemala Run 2026 di Bali, Dorong Sport Tourism dan Aksi Sosial
-
Review Ready or Not 2: Ketegangan Tanpa Henti tapi Tetap Bikin Tertawa
-
Anwar Usman Lepas Jabatan, MK Sambut Liliek Prisbawono dan Adies Kadir
-
Dihajar Thailand, Timnas Futsal Indonesia Kini Ditakuti di ASEAN
-
Ajudan Abdul Wahid Ditahan usai 'Lawan' KPK dengan Gugatan Rp11 Miliar
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed