Poptren.suara.com - Markisa merupakan jenis tanaman merambat tropis, yang dikenal pula sebagai Passiflora. Markisa tumbuh di dataran dengan iklim hangat seperti Amerika Selatan, Australia, Afrika Selatan, dan India. Spesies markisa yang paling banyak ditemukan adalah passiflora edulis. Buah markisa memiliki daging buah yang lunak dan terdapat banyak biji di dalam kulit daging buahnya. Markisa bisa bisa dikonsumsi secara langsung ataupun diolah menjadi jus yang menyegarkan
Mengutip dari laman MedicalNewsToday.com, beberapa manfaat mengonsumsi buah markisa bagi kesehatan, yaitu :
1. Memenuhi Berbagai Kebutuhan Vitamin dan Mineral
Buah markisa memiliki berbagai kandungan vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh, seperti vitamin A, vitamin B3, vitamin B6, vitamin C, kalium, magnesium, zat besi, serta fosfor. Berbagai kandungan vitamin dan mineral ini akan berperan penting dalam proses metabolisme tubuh, fungsi imun, hingga pencegahan dari berbagai penyakit akibat bakteri dan virus.
2. Anti kanker dan Inflamasi
Buah markisa mengandung sejumlah antioksidan yang baik untuk mencegah stres oksidatif melalui perannya dalam melawan serangan radikal bebas pemicu kanker dan berbagai faktor inflamasi.
3. Memantu Pemenuhan Asupan Serat Harian
Buah markisa juga mengandung serat yang baik untuk menjaga kesehatan pencernaan dengan cara melancarkan proses pencernaan serta mencegah terjadinya konstipasi. Serat yang terkandung pada buah markisa juga dinilai mampu menurunkan kolesterol sehingga bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung.
4. Mengontrol Gula Darah
Baca Juga: Viral Ibu-ibu Naik Mercy Diduga Kleptomania karena Mencuri di Alfamart, Berapa Ya Harga Cokelatnya?
Buah markisa termasuk jenis buah yang memiliki kadar indeks glikemik rendah, sehingga menjadi salah satu jenis buah yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes tipe 2, serta mampu mengontrol kadar gula darahnya.
5. Meningkatkan Sensitivitas Insulin
Selain mengontrol gula darah, ternyata buah markisa juga dinilai penting untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Berdasarkan penelitian dari National Institutes of Health, menjelaskan bahwa markisa mengandung zat yang disebut piceatannol. Para peneliti menjelaskan bahwa pada pria yang kelebihan berat badan dan mengonsumsi 20 mg piceatannol setiap hari selama 8 minggu berpotensi untuk meningkatkan proses metabolisme tubuh, termasuk sensitivitas insulin.
Semoga bermanfaat.
Sumber : Yoursay.id
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?
-
Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four
-
Pakai Scrub Berapa Kali Seminggu? Ini 5 Rekomendasi Produk di Indomaret untuk Kulit Halus dan Cerah
-
Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi
-
Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
6 Fakta Penggagalan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak: Pelaku Ternyata Orang Dekat
-
Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi