News / Internasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB
Hantavirus (Gemini AI)
Baca 10 detik

Kasus hantavirus di Argentina melonjak tajam hingga dua kali lipat akibat faktor perubahan iklim.

Ketegangan diplomatik muncul setelah Pemerintah Argentina menuduh WHO melakukan politisasi terhadap wabah penyakit.

Kerusakan habitat lingkungan mempercepat penularan virus dari hewan pengerat ke area permukiman manusia.

Suara.com - Argentina kini terjebak dalam krisis biologis serius akibat lonjakan drastis infeksi hantavirus.

Musim 2025–2026 menjadi periode paling kelam dengan catatan kasus yang hampir melampaui dua kali lipat data tahun sebelumnya.

Dilaporkan Anadolu, anomali cuaca ekstrem berupa kekeringan panjang dan hujan lebat dituding menjadi pemicu utama meledaknya populasi tikus pembawa virus.

Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases atau NCID. [Istimewa]

Pemerintah setempat mencatat tren kenaikan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda meskipun protokol deteksi dini terus diperketat.

Ironisnya, situasi darurat kesehatan ini justru diperkeruh oleh ketegangan politik antara Buenos Aires dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kementerian Kesehatan setempat menyoroti kerusakan habitat liar sebagai faktor utama meningkatnya risiko penularan virus ke manusia.

Ekspansi kawasan hunian ke wilayah pedesaan menyebabkan interaksi antara warga dan hewan pengerat menjadi tidak terhindarkan.

Infografis Hantavirus dan Kewaspadaan Indonesia. [Suara.com/Emma]

"Secara nasional, musim 2025-2026 menunjukkan jumlah kasus, yang berada di atas ambang wabah, untuk sebagian besar periode yang dianalisis," menurut Kementerian Kesehatan Argentina.

Pergeseran wilayah endemik akibat perubahan iklim global memperluas jangkauan penyebaran hantavirus di berbagai wilayah Argentina.

Baca Juga: Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Sepanjang tahun 2026 saja, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi sebanyak 42 kasus infeksi baru di lapangan.

Konfrontasi geopolitik mencuat setelah munculnya laporan infeksi hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlabuh di Ushuaia.

Pemerintah Argentina menuduh WHO sengaja memanfaatkan insiden kapal tersebut untuk mengintervensi keputusan kedaulatan negara mereka.

Tuduhan ini muncul setelah Argentina secara resmi menyatakan keluar dari keanggotaan WHO mengikuti langkah Amerika Serikat sebelumnya.

Pemerintah Argentina menganggap bahwa lembaga kesehatan dunia tersebut telah melakukan politisasi terhadap musibah wabah yang sedang terjadi.

Hingga saat ini, tim medis masih berupaya keras mengidentifikasi sumber asli penularan yang terjadi di atas kapal pesiar tersebut.

Load More