Kasus hantavirus di Argentina melonjak tajam hingga dua kali lipat akibat faktor perubahan iklim.
Ketegangan diplomatik muncul setelah Pemerintah Argentina menuduh WHO melakukan politisasi terhadap wabah penyakit.
Kerusakan habitat lingkungan mempercepat penularan virus dari hewan pengerat ke area permukiman manusia.
Suara.com - Argentina kini terjebak dalam krisis biologis serius akibat lonjakan drastis infeksi hantavirus.
Musim 2025–2026 menjadi periode paling kelam dengan catatan kasus yang hampir melampaui dua kali lipat data tahun sebelumnya.
Dilaporkan Anadolu, anomali cuaca ekstrem berupa kekeringan panjang dan hujan lebat dituding menjadi pemicu utama meledaknya populasi tikus pembawa virus.
Pemerintah setempat mencatat tren kenaikan ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda meskipun protokol deteksi dini terus diperketat.
Ironisnya, situasi darurat kesehatan ini justru diperkeruh oleh ketegangan politik antara Buenos Aires dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kementerian Kesehatan setempat menyoroti kerusakan habitat liar sebagai faktor utama meningkatnya risiko penularan virus ke manusia.
Ekspansi kawasan hunian ke wilayah pedesaan menyebabkan interaksi antara warga dan hewan pengerat menjadi tidak terhindarkan.
"Secara nasional, musim 2025-2026 menunjukkan jumlah kasus, yang berada di atas ambang wabah, untuk sebagian besar periode yang dianalisis," menurut Kementerian Kesehatan Argentina.
Pergeseran wilayah endemik akibat perubahan iklim global memperluas jangkauan penyebaran hantavirus di berbagai wilayah Argentina.
Baca Juga: Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
Sepanjang tahun 2026 saja, otoritas kesehatan telah mengonfirmasi sebanyak 42 kasus infeksi baru di lapangan.
Konfrontasi geopolitik mencuat setelah munculnya laporan infeksi hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius yang berlabuh di Ushuaia.
Pemerintah Argentina menuduh WHO sengaja memanfaatkan insiden kapal tersebut untuk mengintervensi keputusan kedaulatan negara mereka.
Tuduhan ini muncul setelah Argentina secara resmi menyatakan keluar dari keanggotaan WHO mengikuti langkah Amerika Serikat sebelumnya.
Pemerintah Argentina menganggap bahwa lembaga kesehatan dunia tersebut telah melakukan politisasi terhadap musibah wabah yang sedang terjadi.
Hingga saat ini, tim medis masih berupaya keras mengidentifikasi sumber asli penularan yang terjadi di atas kapal pesiar tersebut.
Krisis ini bermula dari akumulasi 101 kasus terkonfirmasi hantavirus sejak Juni tahun lalu yang jauh melampaui angka 57 kasus pada periode sebelumnya.
Hantavirus sendiri merupakan penyakit yang ditularkan melalui sisa kotoran atau air liur tikus yang terinfeksi dan dapat berakibat fatal bagi sistem pernapasan manusia.
Perselisihan dengan WHO semakin meruncing karena isu ini bertepatan dengan kebijakan luar negeri Argentina yang semakin proteksionis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir