/
Rabu, 07 September 2022 | 09:15 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Kiev, Ukraina, dalam gambar selebaran yang dirilis pada (29/1/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/HO-Ukrainian Presidential Press Service/aa

Poptren.suara.com - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky telah memerintahkan peninjauan kembali untuk melegalisasi pornografi dan erotika ditengah invasi Rusia.

Langkah tersebut diambil menanggapi petisi pengumpulan 25 ribu tanda tangan orang yang menuntut pihak pemerintah Ukraina untuk menindaklanjuti legalisasi pornografi.

Penulis petisi, Taras Syromsky mengatakan undang-undang moralitas publik di Ukraina banyak memberi celah untuk menginterpretasikan soal definisi erotisme.

"Undang-undang tidak menjelaskan dengan baik dimana erotisme dalam seni, dan dimana erotisme adalah porno," kata Syromsky.

Lebih lanjut Syromsky menyebut, pelarangan pornografi bisa mendorong tindakan korupsi. Di saat bersamaan, legalisasi pornografi dinilai menawarkan kesempatan yang ideal untuk menambah anggaran dana Ukraina ditengah situasi perang.

"Itu kesempatan ideal untuk menambah uang ke anggaran Ukraina," lanjut Syromsky.

Presiden Zelensky disebut telah menginstruksikan Perdana Menteri Denis Shmigal untuk menangani isu-isu yang diangkat dalam petisi elektronik dan memberitahu para perancangnya soal hasil pertimbangan.

"Untuk memproses masalah yang diangkat dalam petisi, dan memberitahu penulisnya soal hasil pertimbangan," kata Zelensky dikutip Russia Today, Senin (5/9/2022).

Zelensky mencatat Konstitusi nasional memberikan warga hak atas kebebasan berpikir, berbicara dan berekspresi.

Baca Juga: Pengacara Brigadir J Khawatir Ada Rencana dari Ferdy Sambo Cs: Pembunuhan Berencana Bisa Gugur!

Namun, ketentuan ini dibatasi antara lain oleh Undang-Undang Perlindungan Ketertiban Umum, yang melarang produksi dan distribusi materi eksplisit.

Load More