Poptren.suara.com - Diabetes adalah penyakit yang kronis dan tidak bisa disembuhkan. Diabetes terjadi ketika produksi insulin dalam darah tidak maksimal. Banyak anggapan bahwa diabetes hanya menyerang kaum lanjut usia, tapi ternyata generasi muda pun bisa terkena penyakit ini.
Diabetes dibagi menjadi dua tipe, yaitu Diabetes Tipe 1 dan Diabetes Tipe 2.
Apa perbedaannya?
A. Diabetes tipe 1 --> disebut juga diabetes insulin karena produksi insulinnya rendah. Hal itu menyebabkan pengidapnya ketergantungan insulin. Apabila insulin dalam darah kurang cukup, maka gula darah meningkat drastis atau disebut hiperglikemia. Umumnya diabetes tipe ini menyerang orang dengan usia dibawah 40 tahun.
B. Diabetes tipe 2 --> tipe ini disebabkan produksi insulin tidak efektif, biasanya menyerang orang-orang yang mempunyai berat badan berlebih. Tipe ini lebih banyak menyerang orang dewasa, meskipun tidak menutup kemungkinan juga menyerang anak-anak dan remaja.
Gejala diabetes umumnya tidak disadari oleh pengidapnya. Diabetes baru akan terasa apabila pengidap penyakit ini merasakan hal tidak biasa dalam beraktifitas. Gejala tersebut diantaranya :
1. Mudah lelah;
2. Mudah lapar dan haus;
3. Pandangan mata kabur;
Baca Juga: Satgas Covid-19 Sebut Indonesia Sudah Berada di Jalur Menuju Fase Endemi
4. Lebih sering buang air kecil, khususnya malam hari;
5. Berat badan menurun.
Apabila gejala semakin parah, seperti hilangnya nafsu makan, merasa mual, sering muntah bahkan demam tinggi, maka segeralah ke dokter.
Meskipun tidak tidak bisa disembuhkan, bukan berarti pengidap diabetes tidak dapat menikmati hidup. Kunci utamanya adalah mengontrol kadar gula dalam darah. Seperti atur pola makan, perhatikan makanan yang dikonsumsi, rutin olahraga, kalau perlu, tambahan vitamin.
Pola makan pun benar-benar harus diperhatikan, karena makanan yang dikonsumsi akan memengaruhi kadar gula darah. Hindari makanan dengan lemak tinggi, junkfood, makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi, dan batasi sumber karbohidrat. Selain itu, penting untuk terartur dan patuh dengan jadwal makan. Dalam jurnal studi Education and Health Promotion, tidak nurut dengan jadwal makan akan menyebabkan gula darah meningkat atau bahkan turun drastis.
Cara mengatur pola makan pun harus memperhatikan jumlah berat dan ukurannya. Makan dengan porsi kecil, namun sering, serta hindari memakan makanan dengan konsep sekali makan. Makanlah dengan perlahan, nikmati makanan tersebut. Dengan begitu tubuh lebih mudah mencerna makanan yang dimakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Banyak Pilihan Genre, 5 Film Bioskop Tayang Lebaran
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
Pasar Murah Keliling 10 Hari Terakhir Ramadan di Kota Makassar, Cek Lokasinya!
-
Mau Iktikaf di 10 Malam Terakhir Ramadan? Ini 7 Masjid Ikonik di Lampung
-
LPDB Kucurkan Rp47 Miliar, Dukung Proyek Fiber Optik Koperasi Pegawai Indosat
-
Beckham Putra Siap Bayar Kepercayaan John Herdman
-
realme 16 Series 5G Meluncur di Indonesia, Bawa Kamera 200MP dan Zoom Periskop Mulai Rp5 Jutaan
-
Terkuak! Rp1,2 Miliar Dana Korupsi Bibit Nanas Sulsel Dipakai Beli Mobil
-
10 Hari Penting Dalam Kalender Rahina Bali di Bulan Maret 2026
-
Adhisty Zara Menghilang dari Sinetron Beri Cinta Waktu, Ada Masalah Apa?