/
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 23:30 WIB
ilustrasi meminum kopi (pexels/mizuno)

3. Menimbulkan ketergantungan kafein
Kafein pada kopi merupakan salah satu senyawa stimulan yang memengaruhi sistem saraf pusat. Sistem saraf pusat berperan penting dalam mengendalikan emosi dan kondisi psikologis.

Jika Anda berhenti minum kopi mendadak, Anda akan mengalami yang namanya efek penarikan kafein atau caffeine withdrawal.

Saat Anda mengalami kecanduan kafein, Anda akan merasa sakit kepala akibat kopi. Beragam gejala kecanduan kafein lainnya yang bisa dirasakan, yaitu:

·       lelah,

·       kekurangan tenaga,

·       penurunan kewaspadaan,

·       pikiran tak jernih,

·       kantuk,

·       sulit konsentrasi, dan

Baca Juga: Kini Kabar Duka Datang Dari Sang Aktor Gading Marten yang Menginfokan Ibundanya Telah Meninggal Dunia

·       mudah tersinggung serta perubahan mood.

4. Menyebabkan berbagai masalah pencernaan
Kafein bisa membuat otot katup kerongkongan bagian bawah melemah. Kondisi ini membuat katup tidak dapat menahan cairan lambung yang bersifat asam.

Akhirnya, asam lambung pun naik ke arah kerongkongan dan menyebabkan refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD).

Asam pada kopi juga bisa memperparah luka atau masalah di lambung. Jadi, Anda perlu berhati-hati jika minum kopi dalam keadaan perut kosong.

Tanpa adanya makanan, cairan asam tidak terpakai untuk mencerna makanan. Akhirnya, cairan asam menggenang di lambung.

Dalam kadar yang tinggi, asam bisa bersifat korosif sehingga mengiritasi lambung.

5. Meningkatkan tekanan darah
Untuk Anda yang memiliki hipertensi, berhati-hatilah dengan efek dari minum kopi setiap hari.

Kandungan kafein pada kopi mampu memblokir hormon-hormon yang membuat pembuluh darah melebar.

Hal ini membuat pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah akan meningkat.

Selain itu, asupan kafein juga meningkatkan senyawa adrenalin. Senyawa ini memicu kenaikan pembuluh darah dan jantung berdebar.

6. Membuat gigi kuning dan rentan berlubang
Selain lambung, bahaya minum setiap hari juga menyerang gigi. Dalam hal ini, efek kopi pada gigi, yaitu menimbulkan noda kuning.

Kopi memiliki kadar keasaman yang tinggi dan juga mengandung senyawa tanin dan flavonoid. Keduanya mampu meninggalkan noda pada permukaan gigi.

Selain itu, banyak kopi yang menggunakan bahan tambahan, seperti gula, susu, cokelat, atau krim.

Seluruh bahan tambahan tersebut ternyata bisa meningkatkan pembentukan karies atau kerusakan pada permukaan gigi, sehingga menyebabkan gigi berlubang.

7. Sering buang air kecil
Pada dasarnya, kafein pada kopi bersifat diuretik atau meningkatkan pengeluaran urine. Minum kopi setiap hari bisa menimbulkan efek buang air kecil lebih sering.

Mengutip studi terbitan American Journal of Physiology-Renal Physiology (2015), kafein menghambat proses reabsorpsi pada ginjal, yaitu proses penyerapan kembali zat-zat yang penting untuk tubuh.

Jika reabsorpsi berjalan tanpa hambatan, zat-zat penting akan menuju aliran darah.

Akan tetapi, penghambatan reabsorpsi ini membuat zat-zat tersebut dibuang melalui urine sehingga frekuensi buang air kecil pun meningkat.

Sayangnya, jika asupan air Anda kurang, buang air kecil yang terlalu banyak bisa menyebabkan dehidrasi.

8. Meningkatkan pengeroposan tulang
Memang, minum kopi meningkatkan kadar kalsium di dalam sel. Akan tetapi, berbagai penelitian menyatakan bahwa kandungan kafeinnya meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine.

Tentu, hal ini bisa membuat tubuh rentan mengalami kekurangan kalsium, terutama pada lansia. Efeknya, bahaya minum kopi setiap hari pun bisa meningkatkan risiko osteoporosis.

Meski demikian, ada pula penelitian lain yang mengatakan sebaliknya.

Studi lain terbitan The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (2019) menemukan bahwa kopi menghasilkan senyawa yang mampu meningkatkan kepadatan mineral tulang, salah satunya kalsium.

Oleh karena itu, segera konsultasikan dokter jika Anda ingin rutin minum kopi dan rentan mengalami kekurangan kalsium.

Load More