/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:03 WIB
Ilustrasi kekerasan (unsplash.com)

poptren.suara.comKekerasan yang terjadi dalam pelatihan untuk masuk organisasi kini masih terjadi. Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang mengaku dirinya disiksa para seniornya ketika mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Unit Kegiatan Mahasiwa Khusus (UKMK) Litbang.

Mahasiswa yang berinisial ALP tersebut mengaku dirinya dianiaya dan ditelanjangi oleh seniornya di organisasi kampus saat melakukan Diksar di Bumi Perkemahan Gandus, Kota Palembang.

Wajah dari korban tersebut pun babak belur dan juga banyak bekas sundutan rokok di tubuhnya.

Hal tersebut membuat korban menjadi trauma dan berencana untuk berhenti kuliah.

“Karena kasus ini, anak saya jadi kepikiran untuk putus kuliah. Parahnya saat kejadian, ALP sampai ikut ditelanjangi oleh pelaku," ujar ibunya.

Saat ini ALP sedang dirawat di Rumah Sakit Hermina di Jakabaring Palembang, untuk mendapat perawatan. "Tadi siang (Minggu) kami larikan ke rumah sakit dan dia (ALP) masih belum bisa dibesuk dulu. Jujur, dari semalam saya terus-terusan menangis bila membayangkan saat anak saya diperlakukan seperti binatang, biadab sekali mereka," tambah ibunya.

Anak tersebut disiksa oleh lebih dari 10 seniornya di organisasi kampusnya tersebut.

Kasus penyiksaan ini berawal dari sikap korban yang berkomentar soal dirinya bergabung di UKMK tersebut. Korban sempat mempertanyakan Diksar yang seharusnya berlangsung di Bangka sesuai yang dijanjikan, namun berubah ke Gandus Palembang.

Korban pun dimintai uang pendaftaran Rp 300.000 dan diminta untuk membawa bekal sendiri selama Diksar.

Baca Juga: Beberapa Kain Kafan Terlihat Akibat Tanah TPU Sinargara Kota Bandung Ambruk

Atas kejadian tersebut, pihak keluarga sangat berharap adanya ketegasan dari pihak kampus kepada pelaku kekerasan adiknya.

Load More