poptren.suara.com - Belum lama ini terjadi tindak penyiksaan anggota polres Halmahera Utara terhadap seorang pria yang merupakan mahasiswa Universitas Halmahera (Uniera)
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menerima laporan seorang mahasiswa di Maluku Utara Yulius Atu alias Ongen disiksa oknum aparat Polres Halmahera Utara hingga dipaksa meminta maaf ke seekor anjing.
Kejadian tersebut berawal dari status whatsapp berujung pada tindakan tidak manusiawi terhadap Ongen.
Ongen membuat unggahan di whatsappnya bentuk ekspresi atas pandangannya terhadap kepolisian. Dari unggahan tersebut, membuatnya dicari oleh anggota Polres Resort Halmahera Utara.
Pada unggahannya tersebut tampak seorang polisi yang sedang memegang anjing pelacaknya dengan caption yang artinya kurang lebih “gak mampu adu tangan vs tangan, jadinya mereka pake anjing pelacak”.
Setelah itu ongen langsung didatangi polisi di rumahnya lalu dipukul dibagian wajah hingga lebam di bawah mata sebelum ia tahu penyebabnya.
Ia langsung dibawa ke Polres Halmahera Utara.
Setibanya di kantor Polres, Ongen mengalami tindakan sewenang-wenang dari apparat dan tindakan tidak manusiawi. Ongen dimasukkan ke dalam kandang anjing sembari dipukuli.
Korban juga disuruh jalan jongkok hingga berguling di aspal.
Baca Juga: Heboh! Pamungkas Ambil Ponsel Penonton dan Menggosokan Ditempat Tak Senonoh
Ongen disuruh lari keliling lapangan voli sebanyak lima kali sambil berteriak meminta maaf kepada anjing pelacak mereka. Korban pun terus mendapati tindakan tidak manusiawi selama di Polres Halmahera Utara.
Polisi juga mengancam bahwa mereka bisa saja membunuhnya hingga tidak ada yang tahu.
Sejauh ini, Polda Maluku Utara telah memeriksa empat anggota Polres yang diduga melakukan penganiayaan kepada mahasiswa Universitas Halmahera (Uniera) itu.
Selain itu, Wakapolres, Kasat Sabhara, Kabag Ops, hingga KBO Sabhara Polres Halut ikut diperiksa terkait dugaan Ongen oleh anggota kepolisian di sana tersebut.
"Dalam pemeriksaan, empat oknum polisi ini memang mereka mengakui melakukan itu. Yang pasti besok kita gelar, semua masuk kode etik," ungkapnya.
Sebagai informasi, dalam kasus tersebut korban yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marimoi memilih ke Kota Ternate dan membuat Laporan Polisi (LP) di Polda Maluku Utara.
Berita Terkait
-
Empat Polisi Penganiaya Mahasiswa di Halmahera Utara Ditahan di Rutan Polres Malut
-
Empat Anggota Polres Halmahera Utara Aniaya dan Paksa Mahasiswa Minta Maaf ke Anjing Polisi, Dikecam Komnas HAM
-
Dugaan Penyiksaan Mahasiswa oleh Anggota Polres Halmahera Utara, KontraS Temukan Ada Upaya Pemberian Uang Damai
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Tragedi Mandi Bersama Keluarga, Muhamad Arya Saputra Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Cileungsi
-
Mutilasi Wanita dengan Mandau, Suami Siri dan Temannya Dibekuk di Samarinda
-
Bukan Hanya Mudik! Inilah Sederet Tradisi Idul Fitri Paling Unik di Indonesia
-
Waspada! Banten Dominasi Daftar 10 Wilayah Terpanas di Indonesia Versi BMKG
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Ciwidey - Rancabali Membludak! Wisatawan 'Kepung' Kawasan Pacira dengan Ratusan Ribu Kendaraan
-
H+1 Lebaran, 9,4 Juta Orang Serbu Commuter Line: Stasiun Bogor Jadi Titik Terpadat
-
Lebaran Bareng Keluarga Pacar, Hubungan Azizah Salsha dan Nadif Zahiruddin Makin Serius?
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?
-
Angkot Dilarang Masuk Puncak! Dishub Bogor Putar Balik Kendaraan di Simpang Gadog