/
Rabu, 12 Oktober 2022 | 19:20 WIB
Kondisi Banjir Bandang di Lebak (Instagram)

poptren.suara.com - Curah hujan yang cukup lebat membuat banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak, Banten.

Banjir di kecamatan panggarangan, Bayah, Cibeber, dan Cilograng merusak beberapa fasilitas umum jalan dan jembatan bahkan rumah warga juga ikut rusak. Hal tersebut menjadi perhatian serius pemerintah Provinsi Banten.

Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah mengatakan walaupun peristiwa tersebut tidak menjadi serratus bencana daerah Provinsi Banten namun ada persoalan serius yang harus segera diatasi dan diketahui penyebabnya.

"Melihat luapan sungai Cisawarna, Cimadur dan sungai Cibareno serta sungai lainya yang ada di wilayah Lebak selatan diduga bukan hanya intensitas curah hujan yang tinggi dan kerusakan pada hulu sungai"

Menurutnya ada kemungkinan terjadinya pendangkalan bantaran dan dihilir sungai yaitu di perairan pesisir pantai mengingat jarak dari lokasi banjir ke hilir sungai sangat pendek sementara air meluap begitu tinggi

"Untuk itu saya minta intansi terkait khususnya Pemprov Banten yang dalam hali ini dinas pekerjaan segera melakukan langkah-langkah investigasi dengan menurunkan ahli geodesi dan lain lain"

Banjir di Kabupaten Lebak (sumber:)

Jika dibiarkan maka potensi banjir akan terus semakin meningkat dan malah mengancam keselamatan warga sekitar, sehingga langkah investigasi dan normalisasi sungai sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir susulan yang bahkan bisa saja lebih besar dari sebelumnya.

"Seperti Sungai Cisawarna, Cimadur, Cibareno dan lain lain mengalami pendangkalan, penyempitan terutama terjadi dihilir sungai yaitu dipesisir pantai yang dipenuhi lumpur sehingga outlet air tidak seimbang akibat terjadi penyumbatan oleh tumpukan lumpur, jadi secara otomatis jika ini terjadi maka genangan air dibantaran sungai semakin meluap sementara semua sungai tersebut mendapatkan kiriman air dari pegunungan otomatis arus air sangat cepat dan membawa lumpur".

Musa juga menduga derasnya air terjadi karna banyak gunung yang gundul dan lumpur akibat pertambangan illegal.

Baca Juga: Efek Resesi, Ekonomi Indonesia 'Kalah' dari Filipina dan Vietnam

Load More