/
Selasa, 18 Oktober 2022 | 09:42 WIB
Ilustrasi cara kerja airbag (Freepik)

Poptren.suara.com - Resiko kecelakaan mobil, apalagi di cuaca hujan, amat besar. Umumnya mobil dilengkapi dengan Airbag yang berfungsi melindungi pengendara dari benturan keras akibat kecelakaan.

Tahukah kamu cara kerja Airbag?

Airbag, sesuai namanya, mengandung kata SRS (Supplementary Restraint System), ACRS (Air Cushion Restraint System), atau SIR (Supplemental Inflatable Restraint). Berasal dari kata “Supplementary” atau pendukung, sehingga tidak bersifat utama.

Airbag akan mengembang ketika sebuah igniter membakar senyawa Natrium Azida (NaN3) yang kemudian bereaksi dengan Kalium Nitrat (KNO3) hingga menjadi nitrogen panas yang mengembangkan kantung udara dengan sangat cepat. Semua hal tersebut akan terjadi ketika ECU dari Airbag mengirimkan perintah.

ECU dari Airbag yang apabila diletakkan di beberapa titik, menerima gaya dalam jumlah besaran tertentu yang cukup besar hingga dianggap mobil menerima tabrakan besar. Ternyata agar sensor membaca gaya yang cukup agar Airbag dapat mengembang, tidak semudah dengan terjadi tabrakan saja.

Ada beberapa faktor yang menentukan sensor dan akan memerintahkan Airbag untuk mengembang jika terjadi benturan frontal dengan kecepatan minimal 50 km/jam. Namun perlu diingat, hal ini tidak selalu sama untuk semua pabrikan.

Salah dua faktornya ialah :

1. Range pembacaan sensor 15 derajat dari garis lurus ke depan

Artinya, jika sudut tabrakan lebih besar dari 15 derajat, maka kemungkinan tidak akan meledak.

Baca Juga: Kia Corporation Recall 410.000 Unit Kendaraan Karena Masalah Airbag

2.Tabrakan terjadi diluar sudut yang diluar sensor

Artinya, gaya serap akan terbuang hingga saat sampai ke sensor akan cukup teredam dan membuat Airbag tidak mengembang.

Jadi, Airbag tidak asal mengembang saat terjadi kecelakaan, namun ada alasan dan faktor di belakangnya.

Load More