Poptren.suara.com - Kaum perempuan sering dibuat cemas sekaligus khawatir ketika menemui benjolan di area payudara mereka, dan berpikir itu adalah kanker payudara. Padahal tidak semua benjolan bisa langsung dikaitkan dengan kanker. Tapi tidak ada salahnya memeriksakan payudara secara rutin bila merasa perlu sekaligus mendeteksi apakah ada gejala yang merujuk ke kanker payudara.
Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, SpB(K)Onk, M.Epid, MARS, seorang dokter spesialis bedah onkologi, menjelaskan bahwa ada ciri-ciri benjolan pada area payudara yang harus diwaspadai pada saat melakukan pemeriksaan payudara.
Sonar : "Ciri benjolan yang harus diwaspadai adalah benjolan yang terus membesar dan dalam perabaan batasnya tidak jelas,".
Ia mencontohkan permukaan yang batasnya jelas serupa dengan meraba kelereng. Sedangkan benjolan yang batasnya tidak jelas, permukaannya bergerigi seperti meraba rambutan.
Waspada bagi perempuan yang menemukan cairan yang keluar dari puting dan timbul benjolan di tempat lain, seperti di ketiak.
Sonar : "Sebetulnya (kalau teraba) berarti sudah lebih dari 1-2 cm karena tangan kita tidak sensitif untuk merasakan (benjolan) kurang dari 1 cm,".
Lanjut Sonar : "Karena tangan tidak sensitif, kalau tidak biasa baru 2 cm bisa teraba. Karena kanker payudara stadium 1 kurang dari 1 cm, kalau bisa lebih kecil dari itu (ditemukan) lebih bagus,".
Dirinya mengimbau masyarakat untuk aktif mendeteksi dini kanker payudara agar bila ada gangguan bisa segera ditangani. Meski kanker payudara lebih berisiko pada perempuan yang sudah berumur dan ditemukan rata-rata pada usia 40-45 tahun, namun teknik pemeriksaan payudara sendiri juga sebaiknya diketahui sejak remaja.
Perempuan juga bisa memeriksa payudara secara klinis dengan bantuan tenaga medis. Dan pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan dengan USG atau ultrasonografi. Disarankan dilakukan satu hingga dua kali dalam setahun.
Baca Juga: Dokter Minta Wanita Waspadai Benjolan dengan Ciri Tertentu Saat Periksa Payudara
Alat skrining utama yang sangat sensitif dalam mendeteksi adalah mammografi atau mammogram Ditujukan untuk orang berusia 40 tahun ke atas. Meskipun tidak ada kelainan atau keluhan tapi skrining dengan mammografi disarankan secara rutin sekali per setahun atau per dua tahun.
Sonar berpendapat mammogram digunakan dan diutamakan untuk perempuan dengan usia diatas 40 tahun. Karena ketika usia masih di bawah 40 tahun jaringan payudara masih terlihat padat sehingga lebih sulit mendeteksi dengan alat tersebut.
Sonar juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dan menghindari makanan berlemak yang mempengaruhi hormon. Karena faktor tersebut yang erat dengan kanker payudara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
ASN Sumsel WFH Tiap Jumat, Enak atau Justru Jadi Ujian Disiplin?
-
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit, Siapa yang Biarkan?
-
Modus Dukun Pengganda Uang, Pria di Kemang Bogor Cetak Rp620 Juta Uang Palsu Pakai Printer
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka