/
Kamis, 27 Oktober 2022 | 17:15 WIB
Ilustrasi asuransi (Freepik)

Poptren.suara.com - Resesi global diprediksi akan lebih parah daripada krisis moneter pada tahun 1998 yang lalu. Ancaman bayang-bayang resesi menguat disebabkan oleh kondisi perekonomian dunia yang mengkhawatirkan. Hal tersebut terjadi di semua sektor.

Pemerintah menyebutkan kondisi ekonomi nasional masih bertahan. Pemerintah juga terus berupaya menjaga daya beli masyarakat tetap stabil melalui cara seperti Bantuan Langsung Tunai atau BLT, atau katakan saja subsidi. Masyarakat juga diminta untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi demi menjaga perekonomian terus bergerak dan maju.

Dengah bahasa yang sederhana, resesi adalah lesunya keadaan ekonomi yang terjadi saat produk dosmestik bruto mengalami penurunan. Atau disebut juga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut.

Adanya resesi juga akan mengakibatkan banyaknya pemutusan hubungan kerja atau PHK. Hal itu terjadi akibat daya beli masyarakat menurun, yang tentunya berimbas pada turunnya keuntungan perusahaan. Resei ekonomi terjadi seringkali ditandai dengan menurunnya harga-harga yang disebut deflasi. Atau kebalikannya, inflasi, dimana harga-harga produk atau komoditas dalam negeri mengalami peningkatan secara tajam.

Berikut ini ada beberapa tips yang dirangkum dari sejumlah sumber sebagai persiapan hadapi resesi, diantaranya :

1. Memiliki dana darurat, pastikan aman

Dengan jumlah ideal enam kali gaji bulanan bagi yang udah berumah tangga, dana darurat bisa membantu memenuhi kebutuhan hidup jika mengalami kondisi tak terduga. Dengan adanya dana darurat, setidaknya akan membantu menghadapi banyak resiko, PHK misalnya.

2. Hindari hutang konsumtif, terutama jangka panjang

Jika terlanjur memiliki hutang jangka panjang, maka segera atur strategi untuk dapat mengatur ulang kembali dengan pihak pemberi kredit. Ditambah suku bunga bank yang biasanya mengalami kenaikan cukup signifikan saat terjadinya resesi. Maka hindari mengambil utang konsumtif atau berjangka panjang.

Baca Juga: Ancaman Resesi 2023, Target Defisit APBN 3 Persen Mampukah Dicapai?

3. Memiliki asuransi

Dengan asuransi, segala resiko yang membebani keuangan dapat ditanggung. Asuransi bisa mengurangi beban keuangan dalam kondisi ketidakpastian.

Pastikan memilih asuransi telah sesuai dengan kondisi dan risiko yang paling mungkin terjadi. Selain asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, asuransi mobil juga merupakan produk proteksi yang penting untuk dimiliki, karena akan membantu menurunkan beban finansial jika terjadi berbagai hal yang tak diinginkan.

4. Buat skala prioritas

Dengan membuat skala prioritas, akan membantu seseorang memilah antara mana keinginan dan mana kebutuhan sehingga dapat menyortir mana yang termasuk kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Dengan begitu, seseorang akan mudah memindahkan dana untuk kebutuhan jangka pendek yang tidak terlalu darurat, dan dialokasikan untuk investasi.

Dengan menerapkan hal-hal tersebut, diharapkan diri seseorang akan siap hadapi ancaman resesi di waktu yang akan datang.

Load More