Selebtek.suara.com – Masyarakat kini kian banyak yang membicarakan dan mengkhawatirkan isu resesi yang dikabarkan akan terjadi pada tahun 2023 mendatang. Banyak yang mengatakan jika pada tahun tersebut akan terjadi hal buruk terhadap perekonomian Indonesia.
Bukan hanya masyarakat awam, menteri keuangan hingga presiden pun memprediksikan mengenai hal gelap mengenai perekonomian dunia ini.
Namun apakah resesi akan segelap seperti yang dibayangkan? Bagaimana seharusnya sikap masyarakat dalam menghadapi resesi?
Resesi merupakan kondisi memburuknya ekonomi suatu negara akibat produk domestik bruto yang negatif sehingga meningkatkan jumlah pengangguran di negara tersebut.
Seperti saran kebanyakan orang, kita memang harus bersikap waspada terhadap kemungkinan terjadinya resesi ini. Namun sebenarnya ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan kasus ini.
Resesi dunia kemungkinan memang akan terjadi, namun dampak terhadap Indonesia tidak akan terlalu buruk seperti pada beberapa negara lain. Santer terdengar bahwa beberapa negara akan mengalami kebangkrutan parah karena resesi.
Namun mengapa rakyat Indonesia tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal ini?
Perlambatan ekonomi global memang memiliki pengaruh buruk terhadap Indonesia, namun diketahui bahwa pengaruhnya tidak terlalu besar sehingga kemungkinan Indonesia bangkrut oleh resesi cukup kecil.
Hal ini terjadi karena Indonesia tidak terlalu bergantung kepada ekspor impor dan lebih cenderung terhadap konsumsi rumah tangga, seperti papan sandang dan pangan di negeri sendiri.
Baca Juga: Begini Cara Mengusir Tungau dan Alergen Lain di Kasur
Pada akhir tahun 2022 ini seolah inflasi sudah mulai terjadi. Inflasi beberapa negara sudah mulai merangkak naik. Beberapa negara tersebut yaitu Amerika Serikat, Turki, Ukraina, Rusia dan beberapa negara lain di Eropa.
Dari banyaknya negara yang ekonominya sudah mulai menurun tersebut, Indonesia seharusnya patut bersyukur karena saat ini berada di Quartal 2 hingga quartal 3. Hal lni dikategorikan dengan perekonomian stabil.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sejauh ini masih terbilang baik. Jika melihat di pasar saham, IHSG masih naik sekitar 5% sepanjang 2022. Namun jika tidak dipertahankan dengan baik, hal ini tentunya bisa membuat perekonomian menjadi huruk bahkan menurun drastis.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Anak Andre Taulany Marah Kamarnya Direkam ART Diam-Diam
-
Menyusuri Masjid Quba Madinah: Masjid Pertama dalam Islam!
-
Lolos Liga Champions, Gaji Bruno Fernandes Cs di Manchester United Langsung Naik!
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI
-
Kurniawan Ingatkan Timnas Indonesia U-17 Jangan Terbuai Usai Berhasil Mengalahkan China
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Review Jujur dari Buku Kisah Kota Kita: Merawat Kota, Merawat Rasa
-
Usul Pindah Gerbong: Mengapa Pernyataan Menteri PPPA Memicu Amarah Publik?
-
Menyembuhkan Rasa, Kerentanan dan Mimpi dalam Buku Puisi Pelesir Mimpi