Poptren.suara.com - Pernah dengar air radiator ? Air radiator adalah cairan yang dikhususkan menjadi sistem pendingin dan diciptakan dari berbagai campuran. Ada ethylene glycol, campuran anti karat, dan bahan kimia lainnya. Cairan ini diciptakan dan bertujuan untuk meningkatkan titik didih air radiator serta kemampuan menyerap dan membuang panas mesin secara maksimal.
Perlu diingat, penggunaan air radiator harus tepat. Apabila penggunaannya tidak sesuai, maka akan berdampak ke sistem pendingin jangka panjang.
Ternyata, masih ada dan banyak ditemukan pengendara atau pemilik mobil yang menggunakan air biasa atau air keran untuk menggantikan air radiator. Padahal penggunaan air biasa bisa membuat sistem pendingin bermasalah. Dalam jangka panjang, penggunaan air biasa untuk menggantikan air radiator sudah pasti akan munculkan banyak karat.
Karena air biasa tidak memiliki anti karat sehingga korosi bisa sangat mudah menyerang. Apabila dibiarkan terlalu lama, maka saluran sempit air radiator seperti water jacket atau core radiator tersumbat.
Selain muncul karat, titik didih air biasa yang hanya 100 derajat celcius bisa dengan mudah menguap saat mesin bekerja pada suhu tinggi. Kenapa ? Karena air radiator yang menguap sudah pasti akan membuat mesin gampang overheat.
Diciptakan dengan berbagai warna tentu dengan alasan. Masing-masing warna berfungsi mendeteksi apakah ada kebocoran. Sedangkan air biasa berwarna bening. Akan menyulitkan dalam mendeteksi kebocoran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati