Poptren.suara.com - Pada laman Epic Gardening tertulis William Frederick Gericke, seorang ahli fisiologi tanaman, pada tahun 1936 telah memperkenalkan teknik hidroponik yang kini semakin berkembang. Ia meneliti dan menemukan selain dalam tanah, tanaman juga dapat tumbuh dalam larutan dan air meskipun pada awalnya penemuan ini diragukan.
Teknik hidroponik menjadi tren karena hemat tempat dan juga perawatan yang cenderung mudah. Dengan metode ini maka akan memberi akses air, oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan langsung ke akar agar tumbuhan dapat bertahan hidup.
Teknik hidroponik dibagi menjadi beberapa sistem, contohnya seperti hidroponik kultur agregat. Teknik tersebut menggunakan media pasir, kerikil, sekam padi, arang dan bahan-bahan yang sudah steril. Lain dengan teknik hidroponik kultur air. Kultur air adalah teknik yang menggunakan larutan hara mikro dan makro di media tanam dimana larutannya ditaruh di bagian dasar medium tanam dengan tujuan agar akar tanaman bisa menyerap dan menyentuh larutan yang kaya nutrisi.
Ada pula teknik hidroponik nutrient film. Teknik ini diterapkan di selokan yang sempit dan panjang dengan medium tanam yang terbuat dari lempengan logam tipis dan antikarat. Teknik ini bekerja dengan cara memberi nutrisi buatan pada air selokan untuk nantinya diserap tanaman. Lama-kelamaan akan muncul lapisan tipis di sekitar akar tanaman yang berfungsi sebagai makanan untuk tanaman hidroponik.
Lain hal dengan teknik hidroponik pasang surut. Teknik ini disebut teknik membanjiri tanaman dengan nutrisi dalam satu siklus. Teknik ini banyak disukai pecinta tanaman karena tidak perlu terus-menerus memberi nutrisi untuk tanaman.
Pernah dengar teknik aeroponik ? Teknik ini merupakan sistem hidroponik berteknologi tinggi dan efektif untuk membesarkan tanaman. Aeroponik membuat tanaman dan akarnya akan terus mengalami suspensi udara. Bisa juga menggunakan tempat penyimpanan pompa udara untuk menyemprotkan oksigen ke akar tanaman yang memungkinkan akar untuk terus mendapatkan nutrisi dan oksigen sehingga pertumbuhan tanaman bisa lebih cepat besar dan sehat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati